Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Komunitas Penyandang Disabilitas Buka Usaha Olahan Kue Secara Online

Ali Sodiqin • Jumat, 19 November 2021 | 20:00 WIB
komunitas-penyandang-disabilitas-buka-usaha-olahan-kue-secara-online
komunitas-penyandang-disabilitas-buka-usaha-olahan-kue-secara-online


KENDIT – Bagi penyandang disabilitas, keterbatasan fisik  bukan berarti  ketidakberdayaan. Mereka tetap membuktikan bahwa tetap bisa berkarya. Di Kecamatan Kendit, para kaum difabel ini melebur dalam komunitas yang diberi nama ‘Kelompok Disabilitas Desa’ (KDD), Kecamatan Kendit, Situbondo.



Herlin, perempuan difabel asal Kecamatan Kendit selalu gigih menjalani usaha olahan kue. Tak hanya membuat, dia juga memasarkan sendiri. Meski memiliki keterbatasan fisik, itu tidak membuatnya patah semangat. Dia tetap optimistis, usaha yang ditekuninya akan lebih dikenal dan mendatangkan keuntungan.



Apalagi, belum lama ini dia dan sejumlah temannya sesama disabilitas sudah dibekali ilmu cara membuat olahan kue yang enak oleh instruktur handal dari Disnaker Situbondo. “Alhamdulillah, dengan pelatihan ini, saya lebih giat lagi untuk membuat berbagai macam kue basah maupun kering. Ini bisa menambah ilmu dan pengalaman bagi saya dan teman-teman,” tuturnya.



Herlin mengaku, menekuni usaha olahan kue belum terlalu lama. Baru tujuh bulan. Dia semakin bersemangat untuk berkegiatan ketika bergabung dengan Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Kecamatan Kendit. Sebelumnya, Herlin hanya membuat kue jenis bronis, pudding dan kue lainnya. “Saya dibantu dua teman sesama difabel. Kue tersebut saya jual secara online. Jadi sudah ada pesanan sebelumnya,” ucapnya.



Dia menuturkan, selama mengikuti pelatihan, banyak ilmu dan pengalaman baru yang sudah dia dapat. Salah satunya memanfaatkan buah mangga menjadi olahan kue. "Bahan baku mangga cukup gampang, ditambah lagi harga jualnya kalau sudah panen raya turun drastis. Dari pada disimpan sampai busuk, kan mending dibuat menjadi olahan kue yang cantik dan juga rasanya yang enak. Seperti puding, selai maupun minuman," cetusnya.



Cholifatin Riskiah, salah satu instruktur mengakui, Herlin dan dua rekannya sesama difabel dilatih membuat olahan kue dari bahan baku buah mangga. Mereka cekatan, meski memiliki keterbatasan fisik. Selain itu, hasil olahan yang dibuatnya ini bisa juga di jual dengan berbagai ukuran, dari yang kecil sampai yang besar juga bisa. "Jadi para peserta diharapkan memanfaatkan momen yang sudah diberikan. Agar dapat membatu taraf perekonomian mereka," pungkasnya. (jon/pri)


Editor : Ali Sodiqin
#umkm #disabilitas