Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kayu Peyangga Lapuk, Rumah Ambruk, Bocah 10 Tahun Tertimpa Reruntuhan

Ali Sodiqin • Jumat, 19 November 2021 | 14:00 WIB
kayu-peyangga-lapuk-rumah-ambruk-bocah-10-tahun-tertimpa-reruntuhan
kayu-peyangga-lapuk-rumah-ambruk-bocah-10-tahun-tertimpa-reruntuhan


PANARUKAN – Rumah semi permanen milik Insani, 45, ambruk, Selasa (16/11). Diduga kuat, kayu-kayu penyangga kediaman warga Dusun Bantungan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan itu rapuh karena sering diguyur hujan. Sehingga, tidak kuat lagi menahan beban.



Akibatnya, rumah yang dihuni tiga jiwa itu rata dengan tanah. Seluruh perabotan yang ada di dalam rumah rusak. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 5 juta. Bahkan, Ridho Rahman, anak Insani yang masih berumur sepuluh tahun tertimpa reruntuhan bangunan. Saat kejadian, dia sedang bermain Hand Phone (HP). Beruntung, korban hanya mengalami luka memar kepala sebelah kanan.



Insani mengungkapkan, kejadian yang menimpanya terjadi sekitar pukul 07.30 wib. Ketika itu dia sedang menjemur cucian pakaian di samping kanan sebelah rumah. “Saya sedang menjemur pakaian, sedangkan anak saya ada di dalam kamar sambil bermain HP. Terus tiba-tiba dari belakang rumah roboh sampai ke depan,” ungkapnya.



Mengetahui kejadian itu, warga yang melihat anak korban tertimpa reruntuhan rumah langsung bergerak. Mereka bergotong royong mengevakuasi tubuh Ridho agar bisa keluar dari reruntuhan kayu rumah. “Alhamdulillah, anak saya berhasil dievakuasi dengan selamat,” kata Insani.



Zainul Arifin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mengatakan, Dugaan sementara, rumah Insani roboh akibat bangunan sering diguyur hujan. “Kondisi kayunya menjadi lapuk karena dimakan usia,” pungkasnya. (mg4/pri)


Editor : Ali Sodiqin
#cuaca ekstrem #hujan deras