BANYUPUTIH – Truk pengangkut paralon terguling di jalan raya Jalur Pantura, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Senin malam (04/10) kemarin. Akibat laka tunggal tersebut, seorang sopir truk bernama Minun, 63, warga Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi tewas di tempat kejadian.
Heli, salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, awal mulanya truk bernopol DK 9534 AS tersebut bermuatan ratusan peralon melaju dari arah barat ke timur, menuju arah Banyuwangi. Namun, setelah sampai di lokasi kejadian, diduga remnya blong. Sehingga, sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan. Akhirnya truk menabrak pembatas jalan.
“Akibat rem yang blong, pengendara mengalami luka berat, tewas di lokasi kejadian. Selain itu, muatan berupa paralon tumpah ke badan Jalan, dan mengakibatakan Jalan macet sehingga harus membuat lalu lntas buka tutup satu jalur,” ungkap Heli.
Menurutnya, akibat benturan yang keras, sopir truk tergencet bodi kendaraan. Warga yang berusaha menarik badan korban mengalami kesulitan. Sebab, posisi badan bagian bawah terjepit oleh pagar Besi pembatas Jalan yang ditabrak truk. “Kesulitannya (mengevakuasi) karena sopir terjepit oleh kabin. Sedangkan kabinnya pun juga terjepit oleh besi. Jadi meskipun kabin itu ditarik, kaki korban masih terjepit oleh besi pembatas jalan,” imbuhnya.
Masih menurut Heli, baru setelah satu jam kemudian, saat polisi sudah datang, korban berhasil dikeluarkan dari jepitan pagar besi. “Akhirnya, sopir truk asal Banyuwangi itu berhasil dievakuasi setelah kepolisian mendatangkan jasa tukang las untuk melakukan pemotongan terhadap besi yang menghimpit korban laka,” imbuhnya.
Sementara itu, Bripka Kartono, Polantas di Pos Laka Baluran mengatakan, dugaan sementara laka tunggal adalah rem truk pengangkut paralon tak berfungsi. “Sebagaimana yang dijelaskan oleh beberapa saksi, bahwa truk tersebut melaju dengan kencang hingga menerobos pagar pembatas jalan,” imbuhnya.
Usai dievakuasi, korban langsung di bawa oleh keluarganya ke Banyuwangi untuk segera dilakukan pemakaman. “Sedangkan untuk truk tetap berada di lokasi kejadian, masih dalam keadaan terbalik. Paralon yang berserakan membuat tim kepolisian dan warga secepatnya membereskan keadaan tersebut. Sehingga, lalu lntas harus dibuka-tutup satu jalur,” pungkasanya. (mg1/pri)
Editor : Ali Sodiqin