Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tarik Minat Penumpang, Modifikasi Becak hingga Rp 11 Juta

Ali Sodiqin • Kamis, 20 Mei 2021 | 05:00 WIB
tarik-minat-penumpang-modifikasi-becak-hingga-rp-11-juta
tarik-minat-penumpang-modifikasi-becak-hingga-rp-11-juta


RadarBanyuwangi.id – Sadi memodifikasi becaknya dengan bentuk semenarik mungkin. Di samping modelnya yang unik, dia selalu berbagi nomor hand phone untuk memudahkan pelanggan



Lalu-lalang kendaraan di tengah kota Situbondo tampak padat sore itu. Di tengah kepadatan arus lalu lintas tersebut, melintas sebuah becak unik. Bentuknya tidak sama dengan becak kebanyakan karena pemiliknya sudah memodifikasi sedemikian rupa.



Beberapa orang mengalihkan pandangan ke becak tersebut. Beberapa saat kemudian, becak menepi di pojokan terminal Situbondo. Tidak sampai 30 menit, seorang berpakaian rapi mengenakan kacamata  menaiki becak tersebut. Becak berangkat lagi.



Becak yang sudah dimodifikasi tersebut milik Sadi, 52. Pria asal Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji ini mengaku, dia sengaja membuat becaknya semenarik mungkin. Tujuannya, untuk menarik penumpang. “Saya modifikasi mulai tahun 2011. Dulu awalnya rusak, lalu diperbaiki,” katanya.



Sadi melengkapinya dengan mesin. Ketika itu, muncul keinginan untuk memodifikasi. Hitung-hitung sekalian mengeluarkan biaya. “Sampai habis biaya Rp 11 juta. Akhirnya sseperti,” ujar Sadi sambil menunjuk ke arah becaknya



Sadi memodifikasi becaknya untuk menarik minat menumpang. Menurutnya, para tukang becak harus berani berkreativitas agar ada penumpang yang naik. Apalagi keberadaan becak sudah mulai tersisih dengan hadirnya mode transportasi modern seperti ojek online (Ojol).



Sadi menyadari hal itu. Becak kalah bersaing. Masayarkat lebih banyak beralih ke mode transportasi ojol. Selain harganya murah, penumpang lebih mudah memesan ojol karena cukup menggunakan smartphone. “Banyak penumpang yang turun dari bus nggak mau naik becak karena ternyata sudah pesan ojol,”ujarnya.



Dari sinilah Sadi memutar otak agar tidak kalah saing dengan Ojol. Dia kemudian punya inisiatif memodifikasi becaknya. Demi mencapai keinginannya tersebut, dia rela menjual sepeda motor miliknya.



Upayanya tidak sia-sia. Sejak becaknya dimodifikasi, banyak penumpang yang naik. Sadi juga selalu berbagi nomor hand phone kepada setia penumpang yang menggunakan jasanya. “Akhirnya banyak yang telpon pesan becak. Kayak ojol begitu,” terangnya.



Sadi mengaku, selama pandemi Covid-19, penghasilannya mulai turun. Dalam sehari rata-rata mendapatkan uang Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu. “Sebelum pandemi saya bisa dapat penghasilan hingga Rp 200 ribu,”katanya. (bib)


Editor : Ali Sodiqin
#angkutan online #humaniora