Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Sumber Argo tetap berjalan. Meskipun atap teras bagian depan ambruk.
IZZUL MUTTAQIN, Jawa Pos Radar Situbondo
Semangat para guru dan siswa di SDN 1 Sumber Argo patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, meski atap teras depan ambruk, aktivitas berlajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
Memang, ruang kelas satu tidak bisa ditempati. Karena berdekatan dengan lokasi atap yang ambruk. Khawatir membahayakan siswa jika tetap digunakan untuk belajar mengajar.
Namun bukan berati para siswa dibiarkan tidak mendapat materi. Para guru meminta siswa kelas 1 untuk menempati ruangan kelas 2. Mereka bergantian mendapatkan materi.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono. Menurutnya, kerusakan yang terjadi pada atap teras depan sama sekali tidak berpengaruh terhadap keinginan para guru dan siswa untuk melakukan transformasi keilmuan.
“Namun kami selaku petugas penanggulangan bencana tetap meminta para guru dan siswa waspada. Khususnya ketika hujan lebat tiba. Khawatir hal yang sama kembali terjadi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Puriyono menceritakan kronologi ambruknya atap teras depan SDN 1 Sumber Argo. Kata dia, kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.20 Jumat (5/2) lalu. “Kebetulan saat peristiwa terjadi, hujan deras sedang melanda. Hal tersebut membuat tekstur tanah menjadi gembur dan longsor,” ucapnya.
Alhasil, pondasi teras depan sekolah menggantung. “Karena tidak ada pijakan, akhirnya ambruk. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta,” ungkapnya.
Untung saja, kata Puriyono, peristiwa tersebut terjadi di malam hari. Sehingga tidak ada korban jiwa ataupun luka. “Karena tidak ada aktivitas belajar mengajar di malam hari. Kalau kejadiannya di siang hari, potensi adanya korban sangat besar,” jelasnya. (zul)