JawaPos.com – Masyarakat kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram, belakangan ini. Beberapa sumber mengaku, stok di toko-toko kosong. Karena itu, masyarakat menganggap terjadi kelangkaan.
Akan tetapi, versi pemerintah daerah, elpiji tidak langka. Kabag perekonomian Pemkab Situbondo, Imam Anshori menerangkan, jumlah distribusi tidak dikurangi Pertamina. Malah, ada penambahan. “Kita kemarin sudah mengajukan tambahan fluktuatif ke Pertamina, dan penambahannya sudah turun ke agen,” jelasnya.
Dalam surat pengajuan itu, pemerintah tidak mencantumkan permintaan tambahan. Makanya, Imam mengaku tidak tahu total tambahan yang disuplay Pertamina. “Kuota yang menentukan pertamina. Nanti pertamina mensuplay ke agen,” jelasnya.
Dari agen disuplay ke pangkalan. Kemudian pangkalan mendistribusi ke pengecer, dan baru sampai ke masyarakat. Imam menjelaskan, penambahan fluktuatif merupakan tambahan untuk mengantisipiasi terjadinya kekosongan. “Diajukan oleh daerah jika ada kegiatan-kegiatan di masyarakat. Sekarang inikan ada Maulid Nabi,” kata Imam.
Terpisah, Ketua Pokja Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) wilayah Situbondo, Fransiskus mengatakan, gas elpiji masih normal. Tidak terjadi kelangkaan. “Kita mengirimkan masih normal. Malah ada penambahan dari pihak pertamina sebelum Maulid,” jelasnya.
Sayang, dia tidak tahu secara persis jumlah pasokan tabung gas elpiji yang dipasok ke Situbondo. Akan tetapi, satu pangkalan rata-rata menerima di atas 500 tabung dalam sekali pengiriman. “Agen sudah tahu kebutuhan masing-masing pangkalan,” jelasnya.
Fransiskus mengatakan, untuk jumlah yang disuplay, menjadi kewenangan Pertamina. Pokja Hiswana Migas bertugas mengatur pendistribusian. “Kita hanya operasional. Ketika dapat tambahan, kita operasikan ke wilayah masing-masing,” tambahnya.
Menanggapi keluhan adanya kekurangan, Fransiskus memperkirakan, disebabkan karena permintaan tinggi. Untuk mengimbangi tingginya permintaan konsumen, sudah diterapkan batas maksimal pembelian. ”Maksimal dua tabung untuk satu keluarga. Ini untuk pemerataan,” pungkasnya.
Sahani, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo mengatakan, di toko-toko sudah jarang gas elpiji 3 kilogram. Sekitar dua tiga hari ini, tabung melon itu tidak ada di toko terdekat tempat biasanya dia membeli. “Akhirnya saya mencari ke tempat lain, tapi tetap tidak ada,” ujarnya.
Salah satu pengecer tabung gas elpiji, Sumini mengaku, sudah dua pekan ini dirinya dibatasi jumlah pembelian. Biasanya dalam sehari beli tujuh buah tabung, kini hanya tiga tabung. “Makanya, sekarang sering terjadi kekosongan,” katanya.