Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Protes Tempelan Kertas Papan Proyek

AF Ichsan Rasyid • Rabu, 25 Juli 2018 | 20:50 WIB
warga-protes-tempelan-kertas-papan-proyek
warga-protes-tempelan-kertas-papan-proyek

SITUBONDO- Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan melaporkan Sugiarto ke kepala Desa setempat. Itu setelah dia mengunggah foto papan nama drainase bertempelkan kertas-kertas ke grup Whatssapp (WA) Forum Komunikasi Oreng Cottok (FKOC). Sugiarto menduga, TPK sengaja menempelkan kertas yang bertuliskan ‘volume 82 M x 2 x 1,6 M’ tersebut untuk melakukan penyelewengan.


Jika ditinjau dari keadaan papan, kata Sugiarto, kecurigaan dirinya pada pengurangan volume pekerjaan merupakan hal yang wajar. “Wajar kan kalau saya curiga ada pengurangan volume pekerjaan. Masak papan nama kok ditempeli pakek kertas. Padahal anggarannya tetap Rp 100 juta. Makanya fotonya diunggah dan saya pertanyakan di grup FKOC,” ucap Sugiarto, kemarin (24/7).


Tentu saja, unggahan dan komentar Sugaiarto di WA membuat ketua TPK, Khoirul Umam, yang juga berada di grup FKOC tersinggung. Dia pun lantas melaporkan Sugiarto ke kepala desa setempat.


Begitu mendapat kabar demikian, Kepala Desa Curah Cottok, Syamsuri, langsung memanggil Sugiarto untuk mengklarisifikasi hal itu. Selain itu, segenap Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kapongan juga diundang hadir untuk memberi masukan dalam klarisifikasi tesebut.


“Klarisifikasi dilakukan karena ada kaitan dengan informasi yang kurang pas antara pemuda Desa Cottok dengan pemerintah desa. Kami harap, tidak timbul prasangka-prasangka yang tidak baik. Terkait kecurigaan penyelewangan yang dihubungkan dengan foto papan nama proyek, itu tidak benar. Sebab sebelumnya memang ada kesalahan. Makanya kita ganti dengan ditempel. Alhamdulillah masalah ini sudah selesai,” ucap Syamsuri saat diwawancarai, kemarin (24/7).


Dalam pertemuan itu, Ketua TPK, Khairul Umam juga mengakui kalau papan nama proyek yang dipasang sebelumnya memang salah. Makanya,  pihaknya langsung memberikan tempelan dengan yang ukuran volume yang sebenarnya.


“Setelah saya koreksi memang salah.  Tapi sudah kita perbaiki sesuai dengan ketentuan yang ada. Maklum saya masih baru di TPK. Jadi harus banyak belajar,” terangnya. (zul/pri)

Editor : AF Ichsan Rasyid