SITUBONDO – Tiga peserta lomba cipta lagu Situbondo (LCLS) mendaftarkan karyanya ke kantor Jawa Pos Radar Situbondo, kemarin (28/05). Mereka adalah Lusfiyanto Herisandi pencipta lagu ‘Lanceng Alpok’, Mohammad Syamsul Arifin menjagokan lagu ‘Pasir Putih’ dan Listia Baqih Arie mengarang lagu ‘Ollena Tero’.
Lagu ‘Lanceng Alpok’ yang berirama pop dangdut menceritakan tentang kegalauan seorang pemuda yang tidak cepat menemukan jodohnya. Lagu ‘Pasir Putih’ mengungkapkan tentang keindahan Pantai yang ada di Kecamatan Bungatan itu. Aransemen yang dipakai adalah irama regee.
Sedangkan lagu ‘Olleana Terro’ yang berirama slow rock menceritakan tentang penantian seorang pemuda di Kota Situbondo terhadap orang yang sangat dicintainya. Namun, dia tak jelas bagaimana keadaannya. “Ketiga lagu memiliki keistimewaan masing-masing,” kata Sekretaris Dewan Kesenian Situbondo, Jefri Gunawan.
LCLS digelar oleh Dewan Kesenian Situbondo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Situbondo, RS Mitra Sehat serta DPC GRANAT Situbondo. Jefri menerangkan, masyarakat Kota Santri cukup antusias dengan adanya kegiatan LCLS. Sebab, acara ini masih sangat fresh.
“Sepanjang sejarah Situbondo belum ada lomba beginian. Makanya kita harapkan ini akan menjadi pintu masuk bagi para pencipta lagu, musisi, untuk berkarya sekaligus produser mungkin untuk menghidupkan kembali dunia seni musik dan industri rekaman,” imbuhnya.
Kata bapak dua anak ini, tema yang diangkat oleh peserta sangat beragam. Mulai budaya, asmara, hingga kritik sosial. “Yang paling banyak temanya masalah budaya Situbondo, kalau bahasanya sudah pasti bahasa madura situbondoan,” imbuhnya.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 10 juta. Terbaik pertama Rp 3 juta. Kedua 2 juta, Ketiga Rp 1,5 juta dan keempat hingga sepuluh @ 500 ribu. Selain itu juga ada piala dari Bupati dan Wabup Situbondo. (zul/pri)
Editor : AF Ichsan Rasyid