Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menyambangi Rumah Sahabat Nabi, Abu Bakar dan Ali

AF Ichsan Rasyid • Selasa, 8 Mei 2018 | 15:56 WIB
menyambangi-rumah-sahabat-nabi-abu-bakar-dan-ali
menyambangi-rumah-sahabat-nabi-abu-bakar-dan-ali

Di sekitar Masjid Nabawi berdiri rumah para sahabat nabi yang sudah difungsikan sebagai masjid. Masjid Ali, Abu Bakar. Hanya bisa dilihat. Tak bisa salat di dalamnya. Jamaah umrah Panji Mas memasuki hari kelima berada di Madinah. Kami sudah siap-siap untuk meninggalkan kota yang memiliki 30 nama julukan ini. Hari ini kami akan bertolak ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah.


Sebelum meninggalkan kota Madinah, jamaah umrah Panji Mas diajak untuk mengelilingi kompleks Masjid Nabawi. Bukan hanya sekadar mengelilingi, tapi menyinggahi tempat tempat bersejarah yang ada di sekitar masjid yang memiliki luas sekitar empat hekatare ini.


Tak semua bisa ikut. Sebab, beberapa orang ada yang memilih memulihkan stamina. Untuk persiapan melaksanakan ibadah umrah sore ini. Ada juga yang sudah tidak enak badan.


Sejumlah jamaah umrah yang beberapa tahun yang lalu pernah datang ke Madinah, saat ini merasa kaget melihat perkembangan pembangunan dan perluasan Kota Madinah. Masjid ini sekarang sudah dikelilingi pelataran yang sangat luas dilengkapi payung raksasa dengan desain yang sangat cantik dan memukau.


Perjalanan rombongan di sekitar  kompleks Masjid Nabawi untuk mengetahui letak letak rumah nabi, istri dan sahabat sahabat nabi. Rumah mereka ternyata tak terlalu jauh. Berada di sekitar Masjid Nabawi.


"Kalau rumah Nabi dan Siti Aisyah ya di bawah kubah hijau yang sekarang dijadikan makam Nabi itu. Di dalam Masjid Nabawi. Dulu di situ rumah Nabi dan Siti Aisyah. Kalau istri-istri Nabi yang lain ya tak jauh dari rumah Nabi juga," terang Ustad Ahmad Yanto, mutowwif rombongan Panji Mas.


Rombongan pertama kali berhenti di Masjid Ali, salah satu sahabat Nabi. Dulunya tempat tersebut merupakan rumah Sayyidina Ali. Namun, pengunjung tak bisa masuk ke dalam, karena pintu ditutup rapat. Ada beberapa orang yang salat di depannya. Ada juga yang mengintip dari celah celah, ingin tahu apa yang ada di dalam.


"Kalau makam Sayyidina Ali sampai sekarang dirahasiakan. Entah ada dimana. Ini karena golongan Syiah yang begitu mengkultuskan Sayyidina Ali," terang Ustad Ahmad Yanto.


Dari Masjid Ali, rombongan menuju ke Masjid Abu Bakar. Jaraknya mungkin hanya sekitar 50 meter. "Masjid-masjid ini dulunya merupakan rumah sahabat semua. Hanya saja kemudian perjalanan waktu difungsikan menjadi masjid. Bentuk Masjid ini pun sudah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kalau zaman Nabi, tutupnya hanya pelepah kurma," papar Ustad Yanto.


Tak jauh dari Masjid Abu Bakar, ada masjid Ghomamah (Masjid Awan). Di tempat inilah dulu Nabi Muhammad pernah berkhotbah kemudian ditutupi awan sehingga terhindar dari terik mentari yang sangat panas.


"Kalau rumah sahabat Nabi, Usman, ada di sekitar rumah Nabi. Ikut dibongkar karena untuk perluasan Masjid Nabawi. Kalau rumah Umar, saya belum mendengar di mana? Kalau makamnya berkumpul dengan Nabi dan Abu Bakar di bawah masjid hijau," ujar Ustad Ahmad Yanto. (*)

Editor : AF Ichsan Rasyid