Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tabrak Pembatas, Bocah Tewas

AF Ichsan Rasyid • Kamis, 3 Mei 2018 | 17:34 WIB
tabrak-pembatas-bocah-tewas
tabrak-pembatas-bocah-tewas


BUNGATAN- Doni, bocah tujuh tahun yang jadi korban kecelakaan di Jalan raya Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, akhirnya meninggal dunia Senin malam lalu (30/4). Meski sudah mendapat perawatan di Puskesmas Bungatan, nyawa korban akhirnya tidak bisa diselamatkan.


Luka bocah itu cukup parah di bagian kepala. Ada keretakan pada bagian kepala belakang korban.


Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Situbondo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 Minggu lalu (29/4). Saat itu, Samani mengendarai motor Honda Beat warna putih nopol P 2625 FG. Dia juga membonceng Suci dan Doni. Ketiganya melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. 


Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba laju sepeda motor itu oleng. Pengendara motor tidak dapat menguasai laju kendaraan.  Akhirnya motor itu turun ke bahu jalan dan menabrak pembatas jalan. Samani, Suci, dan bocah Doni pun terpental.


Samani mengalami luka robek pada wajah dan lutut kiri. Sedangkan Suci mengalami luka robek pada tangan kanan. Sementara itu, Doni mengalami pendarahan  dari telinga. Selain itu, bocah tersebut juga mengalami retak di kepala belakang.


Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso mengatakan, petugas langsung datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kami juga mengevakuasi korban ke Puskesmas Bungatan. Dua korban perempuan mengalami luka ringan. Sementara yang satunya mengalami luka berat. Namun sayang, nyawa korban Doni tidak dapat diselamatkan,” terang Teguh, kemarin (01/05).


Selain korban jiwa, kata Teguh, kerugian materi yang diakibatkan kejadian itu sebesar Rp 1 Juta. “Termasuk kecelakaan tunggal. Tafsir kerugiannya Rp 1 Juta. Dengan rincian, kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan pada setir dan bodi depan,” ungkapnya.


Menurut Teguh, kecelakaan tersebut karena kurang hati-hatinya pengendara motor saat melaju dengan kecepatan tinggi. “Karena itu kami mengimbau, pengendara lebih memperhatikan kecepatan saat mengendarai sepeda motornya. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tuturnya. (zul/bay)

Editor : AF Ichsan Rasyid