BANYUPUTIH – Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih berbondong-bondong mendatangi Dam Bajulmati, kemarin (13/02). Mereka memantau debit air di tempat tersebut untuk mengantisipasi tragedi banjir akibat luapan air hujan yang tak terbendung.
Sekretaris Desa Wonorejo, Fatoni menyampaikan, pemantauan banjir di sungai Bajul Mati akan terus dilaksanakan jika keadaan menghawatirkan. Seperti halnya saat hujan deras dan debit air di sungai tersebut meninggi.
“Karena hujan masih sering turun, kami selalu khawatir terjadi banjir. Karenanya kami memberntuk dua tim khusus untuk memantau debet air di Sungai Bajulamati. Tim Satu berada di daerah hulu DAM Bajul mati, tim dua bertugas memantau di hilir sungai yang berada di lokasi Rt. 19 dam Rt. 20, Dusun Jelun, Desa Wonorejo,” terang Fatoni saat diwawancarai.
Fatoni menambahkan, tim yang dibentuk untuk memantau debet sungai itu terdiri berasal dari perangkat desa dan warga Wonorejo sendiri. “Karena kepala desa sedang berada di luar kota, maka saya yang mewakili desa. Ketua RT. 19 dan 20 bersama warga juga ikut dalam kegiatan ini. Selain itu kami meminta bantuan terhadap Scout Peduli Lingkungan (SPL) dan Relawan Gema (Generasi Mahardika),” imbuhnya.
Ketua RT. 20, Didik, menyesalkan mengenai tidak pro-aktifnya petugas waduk kepada pengelola waduk Bajulmati. Seharusnya pihak waduk bisa lebih komunikatif terhadap pihak-pihak bersangkutan, khususnya warga yang dimungkinkan terkenda dampak banjir.
“Dari pihak waduk harus memantau debit air. Besar apa kecil. Kalau memang besar, maka harus segera melapor kepada pihak-pihak bersangkutan, khususnya kepada Rt. 19 dan Rt. 20. Agar kami bisa mengantisipasi sebelum banjir datang,” terangnya.
Hal senada disampaikan Samsul, salah satu warga setempat. Kepada koran ini, Samsul menyampaikan bahwa dirinya tidak mengharapkan kejadian banjir yang kemarin terulang kembali. “Saya ikut memantau karena masih was-was. Yang paling dihawatirkan adalah intensitas hujan yang tinggi di daerah bukit dan pegunungan di daerah barat. Dengan memantau sendiri, setidaknya kita bisa mengungsikan hewan ternak, ibu dan anak-anak kita.
Samsul menambahkan dari hasil pantauan banjir kemarin, debit air sungai cukup tinggi. Akan tetapi cukup aman. “Kemungkinan tinggi air hanya sekitar tiga perempat dari ketinggian air saat terjadi banjir. Insyaallah tidak akan menyebabkan banjir,” pungkasnya. (cw1/pri).
Editor : AF Ichsan Rasyid