SITUBONDO – Serangan ulat bulu di Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus membuat warga resah Senin kemarin (29/01). Ratusan ulat bulu yang menyebabkan warga enggan keluar rumah diperkirakan berasal dari pohon jarak yang berada di sekitar perkampungan penduduk.
“Ulat bulu itu banyak yang menempel di tembok-tembok dan rumah warga. Hal ini benar-benar cukup mengganggu,” ungkap Asmono, salah satu warga setempat.
Menurut Asmono, pohon jarak yang menyebabkan timbulnya ulat bulu itu adalah milik pak Andre, yang juga warga di Desa itu. “Saya prihatin dengan penyebaran ulat bulu ini. Anak kecil dan ibu-ibu banyak yang gatal. Pohon jarak itu adalah milik pak Andre. Salah satu warga disini. Harapan saya pohon jarak yang menjadi penyebab itu agar segedar dipotong,” ucap Asmono.
Serangan ulat bulu itu akhirnya membuat warga kesal. Warga yang merasa terganggu melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Asembagus. Mendapati laporan itu, seitar pukul 09.30, Kanit Binmas Polsek Asembagus, Aipda Liskurahman bersama Bhabinkamtibnas, Brigadir Herik Susanto langsung turun ke lokasi.
Dari hasil pengecekan petugas, ternyata memang banyak ditemukan yang beberapa hari ini muncul diperumahan warga. “Memang banyak sekali ditemukan ulat bulu. Ulat bulu itu banyak yang menempel di rumah-rumah warga. Dan kejadian ini cukup mengganggu,” Ungkap Aipda Liskurahman.
Atas kejadian itu, petugas kepolisian langsung melakukan kordinasi kepada BPBD dan puskesmas setemapt untuk mengadakan penasapan. “Setelah kordinasi dengan Kepala Desa, BPBD, dan puskesmas, akhirnya langsung dilakukan pengasapan. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran ulat bulu,” terang Liskurahman. (cw1)
Editor : AF Ichsan Rasyid