Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jadi Pelopor Wisata Religi, Warga Desa Olean Kirab Pusaka

Ali Sodiqin • Selasa, 10 Oktober 2017 | 17:30 WIB
jadi-pelopor-wisata-religi-warga-desa-olean-kirab-pusaka
jadi-pelopor-wisata-religi-warga-desa-olean-kirab-pusaka

SITUBONDO- Ratusan warga dengan berpakaian adat maupun modern berjalan ke arah makam pangeran Tunggulangin, Desa Olean, kemarin pagi (08/10). Mereka berkelompok menampilkan budaya khas dusun ataupun benda pusaka yang dimiliki oleh warga. Itu dilakukan dalam rangka Kirab Pusaka yang digelar untuk memeriahkan tahun baru Islam 1439 H.

Kepala Desa Olean, Ansori mengatakan,selain menyemarakkan tahun baru Islam,  kirab pusaka bertujuan untuk memperkenalkan sejarah desa dan menampilkan benda-benda pusaka kepada warga. Sehingga, setiap warga dihimbau untuk membawa benda pusaka apapun yang dimiliki olehnya maupun yang dimiliki oleh kelompok. “Baik itu keris, tombak, dan lain-lainnya. Selanjutnya benda tersebut dikirab atau diarak bersama-sama, agar warga lainnya tahu,” jelasnya.

Ansori mengungkapkan, selain untuk memperkenalkan dan melestarikan sejarah leluhur dan benda pusaka yang ada kepada masyarakat, kegiatan itu juga diperkenalkan sebagai wisata religi yang ditawarkan oleh Desa Olean. Wisata religi tersebut mengajak warga untuk berkunjung ke pondok pesantren tertua di Situbondo, yakni yang didirikan oleh Raden Darsono. Kemudian dilanjutkan ke makam Pangeran Tunggulangin yang merupakan pembabat hutan untuk wilayah Dusun Karang Kenek dan juga sebagai leluhur pendiri desa Olean. “Kita berdoa bersama di makam. Setelah itu kita makan tajin Sora bersama-sama,” bebernya.

Serangkaian kegiatan itu akan digelar secara rutin setiap tahunnya. Dia berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap Desa Olean. “Sehingga ke depan warga semakin sadar dengan potensi-potensi yang dimiliki oleh desanya dan semakin maju,” paparnya.

Ansori menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan banyak anak muda, dari tingkat pendidikan TK hingga kuliah. Itu untuk mendekatkan sejarah, tradisi maupun keberadaan benda pusaka kepada generasi muda.  Menurutnya, generasi sekarang  kurang memperhatikan budaya yang telah berkembang di masyarakat. “Padahal itu hal penting. Mengandung nilai sejarah tentang leluhur desa ini, dan tidak boleh sampai hilang begitu saja,“ ulasnya.

Selain wisata religi, Desa Olean memiliki potensi wisata wisata lainnya. Yaitu wisata kereta uap peninggalan Belanda dan wisata Dusun Karang Kenek. Ketiga potensi wisata tersebut akan dikelola bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis). “Mari bersama-sama kita majukan Desa Wisata Olean,” pungkasnya.

Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Yoyok Mulyadi. Dalam kesempatan itu, Wabup berterimakasih kepada kepala desa dan warga Desa Olean. Sebeb, kegiatan kirab tersebut sebagai kegiatan wisata religi pertama yang dihadirkan oleh desa. “Desa Olean menjadi contoh bagi 131 desa lainnya. Agar mereka juga termotivasi untuk menghidupkan lagi  warisan budaya yang ada di wilayah masing-masing,” tandasnya.

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #kirab pusaka