ASEMBAGUS- Bencana kekeringan melanda belasan dusun yang tersebar di beberapa kecamatan. Itu terjadi lantaran musim kemarau yang sedang terjadi di Indonesia. Sehingga, banyak warga yang kesulitan untuk mendapatkan dan mengakses air. Padahal air sangat dibutuhkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Taufik Hidayat menerangkan bencana kekeringan diprediksi akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. Sedangkan pada bulan November, jumlah air di mata air sudah mulai banyak. “Sehingga jumlah pengiriman air akan dikurangi,” ujarnya ketika melakukan kunjungan ke Desa Sopet, Asembagus kemarin.
Taufik mengungkapkan, bencana kekeringan terjadi di delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Banyuglugur, Jatibanteng, Sumbermalang, Suboh, Mlandingan, Arjasa, Asembagus, dan Banyuputih. “Dari 8 kecamatan itu, ada 15 desa yang kekeringan air,” jelasnya.
Dikatakan, bantuan pengiriman air bersih dilakukan setiap hari dengan menggunakan tangki berkapasitas 5000 liter air bersih. Ada dua armada untuk mobil tangki air bersih. “Armada dari BPBD 1 unit dan Dinas Sosial juga 1 unit. Kita bekerjasama saling membagi tugas,” terangnya.
Taufik mengungkapkan, bantuan air bersih diberikan kepada dua desa setiap harinya. Karena keterbatasan armada dan jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh. Pengiriman pertama dilakukan pada hari Minggu (28/08) dengan tujuan Dusun Panapan, Desa Sopet, Asembagus dan Dusun Leduk, Desa Sumberejo, Banyuputih. “Air dari tangki bisa dialirkan ke tandon milik warga. Jika tidak ada tandon maka dialirkan satu persatu melalui selang ke timba atau juriken yang dibawa oleh warga,” pungkasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Gatot Trikorawan menjelaskan, medan yang ditempuh oleh armada pengirim air cukup berat. Sehingga, setiap armada dibekali dengan ban mobil cadangan dan kemampuan mengganti ban yang dimiliki oleh para driver. “ Bahkan kami pernah ganti ban sebanyak dua kali selama perjalanan. Jika tidak demikian, bisa-bisa air tidak sampai di lokasi bencana,” bebernya.
Gatot menyatakan, pengiriman air bersih untuk sementara hanya dua lokasi setiap hari. Itu bisa berubah seiring perkembangan jumlah desa yang menyatakan kekeringan di desanya. “Bisa jadi nanti ada tiga armada yang diterjunkan untuk menyalurkan air bersih,” urainya.
Bantuan air bersih akan disalurkan apabila ada laporan secara resmi dari tiga pilar desa. Mereka adalah, Komandan Rayon Militer (Danramil), pihak kecamatan, dan kapolsek. “Pengiriman dilakukan sehari hingga tiga hari setelah ada laporan yang masuk,” pungkasnya.(ily)