Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Desa Gladag Lahirkan Maestro Sumitro Hadi, Hasilkan 4 Ribu Ton Padi Per Tahun

Ali Sodiqin • Jumat, 19 Mei 2023 | 22:00 WIB
USAHA MASYARAKAT : Chaidir Sidqi menjajal jajanan rakyat yang dijajakan secara keliling pada Selasa (16/5). (Ayu Lestari /Radar Banyuwangi)
USAHA MASYARAKAT : Chaidir Sidqi menjajal jajanan rakyat yang dijajakan secara keliling pada Selasa (16/5). (Ayu Lestari /Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Dikenal sebagai gudangnya talenta seni Banyuwangi, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, telah “melahirkan” salah satu maestro seni tari Bumi Blambaangan, yakni mendiang Sumitro Hadi. Tidak hanya itu, hingga kini banyak sanggar yang didirikan murid sang maestro.

Tidak hanya kental nuansa kesenian, desa yang saat ini dipimpin oleh Chaidir Sidqi, tersebut juga dikenal sebagai desa agraris. Mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian.

Luas lahan pertanian di Desa Gladag mencapai kurang lebih 344,54 hektare (Ha). Setiap tahun para petani di desa yang satu ini setidaknya bisa menghasilkan sekitar 4.395 ton padi.

Kepala Desa (Kades) Gladag Chairil Sidqi mengatakan, sekitar 60 persen warga desa tersebut bekerja sebagai petani. “Sedangkan 40 persen bekerja di sektor yang lain, seperti pegawai negeri sipil (PNS), wiraswasta, pengusaha, dan lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya kesenian dan pertanian, Desa Gladag juga memiliki sentra produksi makanan olahan. Puluhan rumah tangga yang tinggal di salah satu dusun memproduksi makanan atau jajan basah yang dijajakan oleh penjual makanan setiap harinya. ”Jadi, kami punya dusun khusus yang menjual kue basah, sayur, dan lauk pauk yang sudah matang. Kurang lebih ada 20 rumah. Ada pedagang yang mengambil dan berkeliling menjual makanan tersebut,” ujarnya sembari tertawa renyah.

Chaidir menyebut, keberadaan sentra produksi makanan olahan teersebut membawa dampak positif bagi masyarakat. Selain mendapatkan pemasukan, tentunya masyarakat juga bisa menjadikan jualan sebagai kesibukan yang positif. ”Setiap hari selalu rutin membuat masakan. Subuh ada pedagang, biasanya bapak-bapak bermotor mengambil jajanan. Menjelang sore, mereka kembali untuk mengantar setoran hasil penjualan makanan tersebut,” jelasnya.

Pria berusia 51 tahun itu mengungkapkan, saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan inovasi baru berkaitan sektor pertanian. Lahan pertanian yang biasanya digarap secara konvensional, secara perlahan beralih ke pertanian modern alias memanfaatkan mesin.

Alasannya, karena penggunaan alat untuk menanam bibit padi dan memanen gabah dinilai sangat efisien sehingga lebih menghemat dana dan menghasilkan lebih banyak gabah. ”Tidak dimungkiri, selain ibu-ibu yang sudah berumur saat ini sulit mencari jasa untuk menanam padi. Setelah saya lihat perkembangan teknologi tersebut, saya coba kembangkan. Ternyata berlangsung baik dan jumlah panen ada peningkatan, itu salah satu inovasi yang sedang kami kembangkan,” tutur ayang tiga anak tersebut.

Chaidir menambahkan, selain inovasi pertanian yang mulai dialihkan menggunakan alat modern, pihaknya juga memiliki angan-angan bisa menambah keamanan desa dengan memasang beberapa closed circuit television (CCTV) di setiap titik rawan di Desa Gladag.

Dia mengaku, keinginan memasang CCTV dilandasi kenyataan bahwa banyak sekali kejadian yang tidak bisa setiap saat dia ketahui. Debngan keberadaan CCTV di titik-titik krusial, diharapkan bisa menjadi perhatian penting sehingga ke depan pihak desa bisa melakukan intervensi secara tepat kepada warga.

“Ini keinginan dan harapan. Semoga ke depan bisa diatasi dengan baik dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Keinginan saya tentu masyarakat bisa guyub, bisa terus tenang, menjalankan aktivitas dengan baik sehingga bisa saling membangun desa agar bisa lebih berkembang,” kata dia.

Salah satu warga Desa Gladag, yakni Lusiana, 52, mengungkapkan, sangat beruntung setiap tahun perkembangan Desa Gladag semakin meningkat. Selain itu, keamanan juga selalu terjaga. Dia berharap ke depan pemimpin desa yang diberi amanah untuk memimpin Desa Gladag bisa mengembangkan kesenian dan perekonomian dengan baik. ”Sangat berkembang jauh, terlebih pelayanan desa saat ini juga sangat baik. Kami berharap ke depan bisa meningkat sehingga kami lebih nyaman,” tandasnya. (tar/sgt) Editor : Ali Sodiqin
#Maestro Sumitro Hadi #Desa Gladag #pertanian