Kini di pentas Liga 1 tersisa dua tiket lagi yang akan diperbutkan oleh tiga tim yang berpotensi menyusul Mahesa Jenar bermain di kasta kedua Liga Indonesia tersebut.
Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera akan berebut satu tempat untuk bertahan di Liga 1 musim depan. Kepastian siapa yang akan turun kasta baru bisa ditentukan di pekan terakhir Liga 1.
Kegagalan Semen Padang meraih kemenangan atas Persik Kediri pada Minggu (18/5) sore menjadi penyebabnya.
Hasil imbang itu membuat Semen Padang kini tertahan di posisi ke-15 dengan koleksi 33 poin.
Mereka ada di zona hijau, tapi cuma terpaut dua angka dari dua pesaingnya, PSS Sleman dan Barito Putera, yang ada di urutan ke-16 dan ke-17 dengan koleksi nilai masing-masing 31 poin.
Lalu siapa yang berpotensi bertahan dan akan turun ke Liga 2 muism depan. Berikut skema Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera untuk bertahan di Liga 1 musim depan:
1. Barito Putera
Saat ini PS Barito Putera memang menempati posisi ke-17 alias dua tingkat dari bawah. Tapi, kans mereka untuk lolos dari jerat degradasi cukup besar dengan memiliki sejumlah skenario.
Barito Putera sendiri akan menghadapi PSIS Semarang di laga pamungkas pada hari yang sama. Laskar Antasari harus meraih kemenangan dan berharap pesaing terpeleset.
Kemenangan atas PSIS dan Semen Padang tak dapat poin lebih dari satu, dapat membuat Barito Putera aman dari degradasi. Sebab Laskar Antasari unggul head-to-head atas Kabau Sirah dengan dua kemenangan dalam dua bentrokan musim ini.
Tapi jika PSS Sleman juga meraih kemenangan dan Semen Padang imbang, maka penentuan degradasi akan ditentukan lewat klasemen mini. Nah PS Barito Putera sangat diuntungkan karena mereka bisa lolos dari jerat degradasi.
Dalam klasemen mini jika ketiga tim punya 34 poin, Barito Putera punya koleksi poin terbanyak dengan sembilan angka dari hasil pertemuannya dengan PSS dan Semen Padang.
Hal ini sesuai dengan regulasi Liga 1 2024/2025, di mana jika ada dua klub atau lebih yang memiliki poin sama, maka yang dihitung adalah jumlah nilai yang lebih tinggi yang diperoleh dari pertandingan tim-tim dengan poin serupa.
2. PSS Sleman
PSS Sleman saat ini menempati posisi ke-16 alias hanya satu tingkat di bawah zona aman. Namun, Super Elang Jawa malah menjadi tim dengan peluang paling kecil untuk bertahan di Liga 1 Indonesia musim depan.
Penyebabnya, skenario yang harus dipenuhi PSS Sleman cuma satu. Yakni meraih kemenangan saat melakoni laga terakhir dengan bertandang ke markas Madura United pada 24 Mei 2025.
Itu pun PSS tak serta merta selamat. Kepastian Super Elang Jawa aman juga harus bergantung pada hasil dua tim lain, Semen Padang FC dan PS Barito Putera.
PSS wajib meraih kemenangan atas Madura United FC, sambil berharap Semen Padang menelan kekalahan dari Arema FC.
Jika ini terjadi, PSS akan menyalip Kabau Sirah karena memiliki 34 poin. Mereka juga tak perlu memikirkan hasil PS Barito Putera.
Pasalnya, PSS punya keunggulan head to head berupa kemenangan dengan selisih gol lebih besar dalam dua pertandingan melawan PS Barito Putera.
3. Semen Padang FC
Kabau Sirah jadi tim dengan kondisi paling diuntungkan dalam persaingan untuk terhindar dari zona degradasi. Mereka kini punya 33 poin dan duduk di urutan ke-15.
Jalur yang bisa ditempuh oleh Semen Padang untuk bertahan lebih banyak saat melakoni laga tandang ke markas Arema FC.
Syarat pertama adalah Semen Padang meraih kemenangan atas Arema FC. Hasil itu akan otomatis membuat Kabau Sirah lolos tanpa perlu memikirkan hasil tim lain karena total nilainya adalah 36 poin.
Tapi jika Semen Padang hanya mampu bermain imbang dengan Arema, maka mereka harus berharap Barito Putera kalah. Kabau Sirah akan dipastikan aman sekalioun PSS Sleman menang di laga pamungkas.
Sementara jika menelan kekalahan dari Arema FC, maka Semen Padang harus berharap dua tim pesaingnya, Barito Putera dan PSS juga gagal meraih angka. Hal itu bisa membuat Semen Padang lolos dari degradasi. (*)
Editor : Niklaas Andries