Meski perjalanan tim menuju papan atas bukanlah hal yang mudah. Pelatih Borneo FC Joaquin Gomez menyebut kedatangan awal di Samarinda timnya dalam kondisi tidak semestinya.
Hanya satu kemenangan dari sepuluh laga membuat situasi klub saat itu cukup genting.
"Mungkin beberapa pemain tidak memercayai saya, tapi ketika kembali lagi ke Januari, itu merupakan waktu yang sulit bagi klub ini. Mereka hanya menang satu dari sepuluh pertandingan. Secara fisik, tim membiarkan dirinya bermain lebih awal," tutur Joaquin Gomez.
Sejak kehadirannya, perubahan signifikan mulai terlihat. Dia dan tim pelatih langsung melakukan pembenahan. Salah satu fokus utamanya dari sisi fisik dan mental.
Menurutnya, performa tim perlahan membaik dan hasil positif pun mulai berdatangan.
"Jadi, ketika kami masuk, kami membuat beberapa hal berubah, kami bermain lebih baik. Kami mendapatkan hasil yang bagus, tapi kami tahu bahwa secara fisik kami kehilangan sesuatu," imbuhnya.
Dia pun menggambarkan proses adaptasi dan pembenahan tim layaknya menjalani pra musim mini di tengah kompetisi. Kerja keras itulah yang kini mulai menunjukkan hasil.
"Sekarang, kami telah bekerja dengan sangat-sangat keras. Terutama pertandingan yang sedang berlangsung. Ini seperti pra musim mini bagi kami. Dan kemudian para pemain saat ini mulai mendapatkan hadiah dari kerja keras yang mereka lakukan," kata pelatih asal Spanyol itu.
Joaquin Gomez pun percaya bahwa momentum yang dimiliki tim saat ini menjadi modal penting untuk menutup musim dengan hasil sempurna.
"Kami ada dalam momen yang sangat-sangat bagus. Kami ingin mengakhiri musim ini dengan memenangkan setiap pertandingan. Dan jika kami melakukannya, saya sangat yakin bahwa kami bisa berada di atas, setidaknya bisa masuk ke dalam empat besar," pungkasnya.
Kini Joaquin Gomez menatap dua laga sisa musim ini Liga 1 2024/2025 dengan optimisme tinggi. Dia menegaskan bahwa target utama tim adalah kemenangan di setiap pertandingan.
"Kami ingin menang di setiap pertandingan. Kami masih mempunyai dua pertandingan tersisa untuk dilalui," katanya. (*)
Editor : Niklaas Andries