Maung Bandung juga sukses meraih lisensi klub profesional 2024/2025 dengan status tanpa catatan.
Pencapaian ini diraih Persib usai melalui proses verifikasi faktual yang mengacu pada lima aspek utama, yaitu Sporting, Infrastructure, Personnel and Administrative, Legal, dan Finance.
Verifikasi berlangsung sejak 23 November 2024 hingga 30 April 2025 sesuai kesepakatan antara Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan PT LIB.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan langsung menyambut gembira keberhasilan tersebut.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti kesiapan Persib untuk bersaing tidak hanya di Liga 1. Tetapi juga di kompetisi internasional seperti AFC Champions League 2 dan AFC Challenge League.
"Kami bersyukur karena Persib berhasil lolos verifikasi sebagai klub profesional tanpa catatan, mulai dari aspek Sporting, Infrastructure, Personnel and Administrative, Legal, hingga Finance," ungkap Adhitia.
"Ini adalah prestasi yang membanggakan dan menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang," pungkasnya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh klub Liga 1 berhasil lulus verifikasi lisensi profesional.
Sebanyak enam klub, yakni PSS Sleman, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persik Kediri, dan Dewa United, meraih status granted penuh tanpa catatan.
Sementara itu, 12 klub lainnya dinyatakan lulus dengan status granted with sanction. Ini artinya masih membutuhkan beberapa perbaikan, terutama pada aspek lisensi pelatih dan dokumen administratif.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2024/2025. Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah menyampaikan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemenuhan aspek-aspek penting klub profesional dibanding musim sebelumnya.
"Semua aspek kami nilai secara ketat bersama tim ahli, dan hasilnya sangat menggembirakan. Terjadi lonjakan pemenuhan aspek yang luar biasa dibanding musim sebelumnya," kata Essy Asiah.
Berbeda dengan Liga 1, hanya empat klub dari 26 peserta Liga 2 yang berhasil lulus lisensi, yakni PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi FC, Persijap Jepara, dan Deltras FC.
Essy Asiah menekankan bahwa capaian ini merupakan langkah nyata menuju tata kelola sepak bola yang lebih profesional dan terstruktur di Indonesia. (*)
Editor : Niklaas Andries