Laskar Mahe Jenar pulang dengan tangan hampa usai dipermak Pasukan Tridatu dengan skor 4-0.
Yang lebih menyesakkan lagi, dua dari empat gol yang bersarang ke gawang PSIS Semarang justru lahir dari gol bunuh diri pemain PSIS Semarang Juao Ferari dan Ridho Syuhada.
Hasil ini semakin menambah daftar panjang hasil minor yang diraih PSIS Semarang. Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga secara beruntun yang dialami PSIS.
Secara keseluruhan, PSIS Semarang sudah puasa kemenangan di 11 laga beruntun.
PSIS kini terpuruk di peringkat ke-17 dengan nilai 25. Tertinggal 5 poin dari batas aman yang kini diduduki PS Barito Putera dengan 30 poin.
Ini artinya tiga laga tersisa PSIS tentunya akan semakin berat.
“Kami minta maaf atas hasil yang didapat. Laga kali ini, dari awal kita prediksi tidak mudah. Sebenarnya PSIS bisa awali laga dengan baik, bisa buka kesempatan yang sedikit membangkitkan kepercayaan diri pemain. Dengan datang ke Bali dan beberapa laga tidak pernah menang, ini memengaruhi kepercayaan diri kami. Apalagi 2 gol awal yang tercipta sedikit kurang berpihak yakni akibat bunuh diri,” kata caretaker pelatih PSIS, Muhammad Ridwan.
Dengan hanya tersisa tiga laga saja di posisi yang ada saat ini, PSIS ditekankan Ridwan tidak akan menyerah.
“Kita akan berusaha sekuat tenaga kita. Laga makin sedikit, tapi peluang belum tertutup dan kita akan berjuang sekuat yang kita bisa,” imbuhnya. (*)
Editor : Niklaas Andries