Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ada SSB Tidak Mendukung, Ini Sikap Michael Pasca Resmi Pimpin Askab PSSI Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 10 April 2025 | 10:45 WIB
Michael Edy Hariyanto mendapatkan ucapan selamat dari Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra usai terpilih sebagai ketua Askab PSSI Banyuwangi, Rabu (9/4).
Michael Edy Hariyanto mendapatkan ucapan selamat dari Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra usai terpilih sebagai ketua Askab PSSI Banyuwangi, Rabu (9/4).

RadarBanyuwangi.id – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banyuwangi punya nakhoda baru. Michael Edy Hariyanto terpilih sebagai ketua Askab PSSI lewat kongres yang berlangsung menegangkan di aula Uniba Rabu (9/4).

Michael akan memimpin Askab PSSI Banyuwangi selama lima tahun ke depan, yaitu periode 2025–2029.

Michael terpilih sebagai ketua Askab PSSI Banyuwangi setelah menang atas kompetitornya, Pebdi Arisdiawan. Dalam pemilihan yang berlangsung menegangkan itu, Michael mengungguli Pebdi Arisdiawan dengan meraih 10 suara dari total 18 voter yang hadir.

Sementara itu, Pebdi mendapatkan 8 suara sisanya. Hasil ini sekaligus menandai berakhirnya persaingan antara kedua kandidat yang sebelumnya sempat berbagi suara sama kuat dalam pemilihan putaran pertama, yaitu 9-9.

Proses pemilihan berlangsung penuh dinamika. Diawali dengan alotnya sidang penentuan voter atau pemilik hak suara pada kongres tersebut.

Dua voter, yaitu AFK (Asosiasi Futsal Kabupaten) Banyuwangi dan SSB Kafista Rogojampi, dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk memberikan hak suara.

Persoalannya, AFK Banyuwangi belum mengantongi SK dari AFP Jatim. Sedangkan SSB Kafista Rogojampi hanya bisa menjadi peninjau karena ada dua mandat. Permasalahan ini memicu perdebatan cukup alot di kalangan peserta sidang.

Sehingga, hanya 18 dari 20 voter yang seharusnya memiliki hak suara yang dapat memberikan kontribusi dalam kongres tersebut.

”Padahal, di undangan Asprov kemarin ada pengurus yang ikut hadir dalam pemilihan ketua AFK. Seharusnya dia bisa menguatkan, tapi tetap saja kita tidak memiliki hak menjadi voter,” kata Siswo, perwakilan AFK Banyuwangi.

Tak berhenti di situ, sebelum pemilihan berlangsung, Michael nyaris dicoret sebagai calon ketua Askab lantaran tidak hadir di lokasi kongres.

Asprov Jatim yang memimpin sidang menekankan jika calon ketua juga harus hadir dalam kongres pemilihan. Michael kemudian datang dan mengikuti proses pemilihan sehingga namanya tak sampai dicoret.

Saat pemilihan ketua berlangsung, kejutan kembali muncul. Calon ketua Askab PSSI Banyuwangi, Zainul Arifin, secara mengejutkan memutuskan mengundurkan diri sebagai calon ketua.

Keputusan Zainul mundur membuat kontestasi hanya menyisakan dua nama, yakni Pebdi dan Michael.

Pada putaran pertama, hasil voting berakhir imbang dengan skor 9-9 antara Michael dan Pebdi. Kongres pun sempat dihentikan selama 15 menit sebelum kemudian dilakukan pemilihan ulang.

Pada pemilihan kedua, secara mengejutkan terjadi perubahan arah suara voter.

Michael mendapat satu suara tambahan sehingga membuatnya menang dengan perolehan 10 suara. Sementara Pebdi harus puas dengan perolehan 8 suara voter.

Pemilihan sempat dilanjutkan untuk menunjuk wakil ketua pendamping Michael.

Untung Al Akbar muncul sebagai pemenang dengan perolehan suara sama dengan selisih yang didapat Michael.

Untung mendapat 10 suara, sementara Zainul Arifin memperoleh 8 suara.

Selanjutnya di bagian pemilihan anggota exco, Slamet Hariyadi, Hendro Raharjo, Imam Fatoni, dan Julisetyo Puji Rahayu lolos sebagai anggota exco.

Sedangkan dua nama lainya, yaitu Abdul Rahman dan Derga Aditya Novali masih harus menunggu Kongres Luar Biasa (KLB) Lanjutan yang rencananya digelar Kamis hari ini (10/9) untuk menentukan siapa yang layak untuk menjadi anggota exco pada kepengurusan Askab PSSI Banyuwangi periode 2025–2029.

Sementara itu, usai terpilih sebagai ketua, Michael Hariyanto tampak menyalami banyak orang yang ada di luar ruangan kongres.

Termasuk para voter dan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra yang hadir dalam kegiatan tersebut.

”Saya menyampaikan terima kasih kepada kepolisian yang sudah mengamankan jalannya kongres. Terima kasih juga kepada Asprov yang sudah hadir ke Banyuwangi dan kepada seluruh klub yang sudah mempercayakan saya sebagai ketua Askab,” kata Michael.

Baca Juga: Calon Pengantin Wajib Mengikuti Bimbingan Perkawinan: Ini Tujuan yang Ingin Dicapai

Meski ada beberapa SSB yang tidak mendukungnya, Michael menggaransi dirinya akan tetap merangkul mereka.

Terutama untuk bersama-sama melakukan pembinaan sepak bola usia dini di Banyuwangi.

”Yang penting kita bersama-sama membina sepak bola, kecuali klub-klub yang nakal, kita tidak akan memperhatikan. Saya mau membina sepak bola secara serius,” tegas Michael yang juga ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi. 

Michael berharap, dirinya bisa membawa prestasi terbaik untuk persepakbolaan Banyuwangi. Dia sudah melihat Persewangi dan beberapa klub yang bermain di level regional dan nasional sudah berjalan cukup baik.

Hal itulah yang memacu untuk bisa membawa sepak bola Banyuwangi lebih baik ke depan.

”Untuk anggaran, saya akan upayakan baik itu dari anggaran pribadi maupun anggaran pemerintah. Kami akan persiapkan dalam jangka panjang talenta-talenta terbaik Banyuwangi yang lebih hebat dan profesional ke depan,” pungkas Michael. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kongres #askab PSSI #klb #exco #Michael Edy Hariyanto #banyuwangi