Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Michael Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Banyuwangi, Merasa Kecewa Pintu Kantor Sekretariat Terkunci

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 15 Maret 2025 | 09:00 WIB
Michael Edy Hariyanto mendaftarkan diri sebagai calon ketua Askab PSSI Banyuwangi, Jumat (14/3).
Michael Edy Hariyanto mendaftarkan diri sebagai calon ketua Askab PSSI Banyuwangi, Jumat (14/3).

RADAR BANYUWANGI – Bursa calon ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banyuwangi semakin memanas.

Secara resmi, Michael Edy Hariyanto mendaftarkan diri sebagai calon ketua Askab PSSI Banyuwangi, Jumat (14/3).

Michael tiba di Sekretariat Askab PSSI sekitar pukul 16.00.

Dia didampingi oleh calon wakil ketua, sejumlah anggota Exco, dan perwakilan sekolah sepak bola (SSB) yang mendukung pencalonannya.

Michael menyerahkan berkas yang dibutuhkan sebagai syarat untuk pendaftaran.

Sayangnya, saat tiba di lokasi, pintu kantor Sekretariat Askab PSSI Banyuwangi terkunci.

Sehingga, proses penyerahan dokumen harus dilakukan di halaman sekretariat. Michael menyayangkan kondisi tersebut.

Apalagi, hanya ada satu orang pengurus PSSI Banyuwangi yang menyambut pendaftaran. Padahal, timnya sudah melakukan koordinasi terkait hari dan jam pendaftaran.

”Ternyata tidak ada pengurus PSSI yang datang, saat pendaftaran pintu sekretariat tidak dibuka. Ini cukup disayangkan, pengurus PSSI tidak bisa menghargai organisasi,” tegas Michael.

Mantan manajer PSSI dan Ketua KONI Banyuwangi itu menilai kepengurusan PSSI Banyuwangi tidak serius dalam menangani organisasi.

Padahal, sebagai calon ketua, dirinya juga sudah membayarkan uang pendaftaran sebesar Rp 3 juta kepada PSSI Banyuwangi.

”Saya rasa ketua KONI juga harus turun tangan melihat ini. Organisasi ini berjalan dengan uang rakyat, tapi persiapan kongres mereka tidak serius,” kata Michael dengan nada geram.

Wakil ketua DPRD Banyuwangi itu juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sepak bola lokal dan memperkuat organisasi PSSI di Banyuwangi.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Michael optimistis bisa mengembangkan program-program yang bermanfaat dan menjadikan Banyuwangi sebagai pusat prestasi sepak bola.

”Kepengurusan yang tidak serius seperti ini harus diganti. Siapa pun nanti ketuanya, meskipun bukan saya, harus bisa membawa organisasi PSSI dengan baik kalau ingin memajukan sepak bola Banyuwangi,” ujarnya.

 Ketua Komisi Pemilihan (KP) PSSI Banyuwangi Ahmad Mustain mengatakan, tahapan pendaftaran sudah dibuka sejak 25 Februari dan akan ditutup pada 15 Maret.

Saat ini adalah tahapan pengembalian formulir dari masing-masing calon ketua.

”Sampai hari ini sudah ada dua orang yang mendaftar. Pertama Pak Zaenal Arifin dan yang kedua Pak Michael didampingi wakil ketua beserta calon Exco,” kata Mustain.

Terkait proses pendaftaran yang terkesan ala kadarnya, Mustain menyampaikan bahwa hal tersebut terjadi karena miskomunikasi.

Dikatakan Mustain, kunci kantor Sekretariat Askab PSII dibawa oleh tukang kebun sehingga kantornya tidak bisa dibuka.

”Kalau ruangannya memang sempit, dari Dispora sudah seperti ini. Kami juga tidak memasang papan pengumuman di depan sekretariat karena pengumuman sudah kami sosialisasikan di grup voter saja,” terangnya.

Mustain mengatakan, kongres PSSI akan digelar pada 9 April nanti di gedung aula Uniba. Setelah pengumpulan berkas akan ada tahap verifikasi, lalu pengumuman calon yang berkasnya sudah memenuhi persyaratan.

”Setelah penutupan, kami verifikasi berkasnya. Kemudian tanggal 22 sampai 23 Maret ada banding untuk calon yang syaratnya belum lengkap. Untuk menjadi calon ketua syaratnya harus pernah menjadi pengurus PSSI atau klub di bawahnya selama 5 tahun dan minimal didukung 1 voter,” tandas Mustain. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kandidat #pssi #banyuwangi #askab