Saat masih bertitel Liga 3 Jatim, kedua tim berhasil menapak hingga babak 16. Sayangnya langkah keduanya pun harus terhenti di fase ini. Banyuwangi Putra dan Persewangi Banyuwangi gagal menembus ke babak 8 besar kala itu.
Banyuwangi Putra yang harus bermain di kandang Persebo Bojonegoro boleh dibilang paling ngenes. Tapi di tiga laga, Laskar Naga Jawa harus puas pulang sebagai juru kunci.
Banyuwangi Putra takluk 5-0 atas NZR Sumbersari di laga perdana. Di laga kedua, Farid Ambon dkk takluk 2-3 atas Persibo Bojonegoro. Pamungkasnya, Banyuwangi Putra kalah 0-3 dari PSIL Lumajang.
Hasil serupa yang dipetik saudara tua Banyuwangi Putra, Persewangi Banyuwangi di babak 16 besar kala itu. Main di Stadion Canda Bhirawa, di laga perdana Laskar Blambangan takluk 0-3 atas Perseta 1970.
Laga kedua menghadapi tuan rumah, Persewangi yang diasuh Bagong Iswahyudi kala itu mampu menahan imbang Persedikab 0-0. Di laga pamungkas Laskar Blambangan menang 3-0 atas Persipo 1954 Probolinggo.
Persewangi gagal lolos karena hanya menempati peringkat ketiga di klasemen akhir grup. Maka layak ditunggu kiprah dua tim asal Banyuwangi ini di babak 16 besar Liga 4 Jatim musim ini.
Banyuwangi Putra bertolak bermain Stadion Brawijaya Kediri di babak 16 besar bersama Inter Kediri, Persebo 1964 Bondowoso, dan PS Mojokerto Putra.
Sementara Persewangi Banyuwangi menjadi tuan rumah babak 16 besar Liga 4 Jatim dengan bertemu tim seperti Persedikab Kediri, Mitra Surabaya, dan Persenga Nganjuk.
Kedua tim sama-sama berambisi menembus babak 8 besar Liga 4 Jatim dan lolos ke putaran nasional Liga 4. (*)
Editor : Niklaas Andries