Radarbanyuwangi.id – Michael Edi Hariyanto yang disebut sebagai salah satu kandidat calon ketua Askab PSSI banyuwangi ternyata memiliki rekor prestasi mentereng selama menangani sepak bola Banyuwangi.
Politisi Partai Demokrat itu sejatinya pernah menjadi nahkoda PSSI Banyuwangi era 2009/2013. Namun kepemimpinan Michael kala itu hanya bertahan dua tahun. Itu lebih disebabkan konflik PSSI yang mengalami double kepengurusan alias dualisme kala itu.
Meski hanya dua tahun menangangi sepak bola Banyuwangi. Michael ternyata menorehkan prestasi cukup mengesankan.
Di level organisasi, juragan pupuk asal Desa Bubuk ini berhasil menyatukan berbagai elemen dalam membangun sepak bola.
Kepengurusan PSSI kala itu dipenuhi tokoh sentral Banyuwangi seperti pengusaha listrik Hari Wijaya dan perwakilan ormas NU Nanang Nur Ahmadi digandeng.
Tidak ketinggalan, Michael juga mengajak mantan manajer Persewangi sekaligus bos koperasi terbesar di Banyuwangi Sunarko Wijaya. Dari elemen perbankan pun ada seperti sosok Terdjo Harianto.
Ada juga konglomerat sekaligus kontraktor sukses asal Gendoh Toni Hartono. Kolaborasi ini membuat kepengurusan PSSI Banyuwangi menjadi solid kala itu.
Selain elemen bola, Michael juga berhasil membangun komunikasi yang baik dengan stake holder mulai dari KONI, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi hingga kalangan dunia usaha.
Imbasnya satu persatu prestasi pun berhasil diraih oleh tim sepak bola Banyuwangi yang dimotori Persewangi Banyuwangi.
Berbagai kejuaraan regional maupun nasional berhasil dicapai skuad Laskar Blambangan. Berikut sedikit banyak catatan prestasi kepengurusan PSSI di bawah Michael Edi Hariyanto:
1. Putar kompetisi internal PSSI untuk kali pertama
2. Persewangi U18 Babak 16 besar Liga Remaja 2009
3. Persewangi U18 Babak 8 Besar Liga Remaja 2010
4. Persewangi U15 Juara III Piala Dispora Jatim 2009
5. Persewangi U15 Juara Piala Dispora 2010
6. Persewangi Banyuwangi Runner Up Divisi II 2009/2010 dan Promosi Divisi I
7. Persewangi Banyuwangi posisi 7 terbaik nasional dan promosi Divisi Utama 2010/2011. (*)
Editor : Niklaas Andries