Lewat komunikasi dengan stake holder seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Polresta Banyuwangi. Mitra Surabaya akhirnya bisa kembali bermarkas di Lapangan Bima Sakti untuk menggelar pertandingan Grup B Liga 4 PSSI Jatim.
Dibalik kembalinya Mitra Surabaya berkandang di tempat asalnya tersebut. Ada beberapa pertimbangan yang menjadi alasan Lapangan Bima Sakti layak menggelar pertandingan penyisihan Grup B.
Alasan pertama yakni lapangan di Stadion Diponegoro sudah digunakan Persewangi Banyuwangi sebagai tuan rumah Grup A Liga 4 PSSI Jatim. Laskar Blambangan akan menggelar pertandingan pada pada 6, 8, dan 10 Januari 2025
Kedua, dalam kondisi musim penghujan seperti saat ini. Lapangan Stadion Dipoengoro rawan mengalami kerusakan. Hal ini berpotensi mempengaruhi pantulan dan aliran bola saat permainan dilakukan.
Sebagai pendangan, kondisi ini pernah terjadi saat pertandinan Soeratin cup U13/15 Asprov PSSI Jatim 2022 silam. Dimana pertandingan dilaksanakan setiap hari saat musim penghujan. Imbasnya rumput dan lapangan menjadi rusak.
Selain itu pertandingan menjadi kurang enak untuk ditonton. Ketiga, untuk memaksimalkan penggunaan lapangan. Dispora perlu melalukan perawatan minimal satu hari sebelum digunakan untuk pertandingan berikutnya
Maka dari itu maka Dispora Banyuwangi pun tidak segan merekomendasikan Lapangan Bima Sakti untuk digunakan sebagai venue pertandingan Grup B. Dispora menilai Lapangan Bima Sakti cukup representatif dan layak.
Ini artinya Lapangan Bima Sakti bisa digunakan untuk menggelar Liga 4. Kondisi Lapangan Bima Sakti cukup baik dengan sarana pendukung yang memadai seperti bench pemain, ruang wasit, papan skor, tribun penonton, hingga toilet. (*)
Editor : Niklaas Andries