Radarbanyuwangi.id – Pergantian logo klub sepak bola boleh jadi tidak hanya terjadi di Banyuwangi atau di Indonesia saja. Bahkan beberapa klub raksasa di dunia juga pernah melakukan pergantian logo.
Meskipun untuk kasus di Indonesia, boleh jadi pergantian logo ini lebih familiar. Bahkan bukan hanya logo, nama klub pun lebih mudah dan sering berganti-ganti. Ragam alasan pun berada di balik pergantian logo ini oleh manajemen tim.
Paling sering didengar adalah soal rebranding klub sepak bola dengan logo yang baru. Mulai dengan memasukkan unsur kearifan lokal hingga alasan desain logo klub yang lebih kekinian menjadi alasannya
Tak jarang pergantian logo klub ini pihak manajemen pun harus berhadapan dengan penolakan keras dari pendukungnya. Berikut beberapa klub rakasasa dunia yang mengganti logo klubnya, diantaranya :
1. West Ham United
West Ham United juga pernah melakukan rebranding logo pada tahun 2016. Saat itu klub memutuskan untuk hijrah dari Boleyn Ground ke Olympic Stadium, London. Para petinggi West Ham ingin melakukan peremajaan logo agar terlihat lebih modern seperti Manchester City.
Klub yang didirikan oleh sekelompok pandai besi ini identik dengan gambar dua palu menyilang dan sebuah kastil yang merepresentatifkan Boleyn Castle, sebuah landmark bersejarah di wilayah London Timur.
Di logo yang baru itu manajemen klub dan fans sepakat untuk menyisakan gambar palu saja. Alasannya karena mereka tak lagi bermarkas di Boleyn Ground.
Kebijakan ini sulit diterima oleh fans adalah penambahan kata “London” di bawah lambang palu. Sejumlah fans merasa bahwa kata “London” kurang tepat karena West Ham bukan satu-satunya klub yang berasal dari London.
Manajemen West Ham pun menjelaskan bahwa keberadaan kata “London” adalah salah satu upaya mereka untuk menarik penonton dari seluruh London, bukan dari wilayah timur saja.
2. PSG
PSG menandai musim 2013/14 dengan peremajaan logo. Yang tampak dari perubahan logo tersebut adalah diturunkannya kata “Saint-Germain” di bagian atas logo serta digantinya stroller dengan bunga lili.
Gambar menara Eiffel yang sudah mengisi tengah logo sejak 1972 tetap dipertahankan. Logo PSG ini tidak menimbulkan protes besar-besaran hingga demo di depan stadion.
Tapi sempat menimbulkan polemik lantaran manajemen ingin mengubah warnanya menjadi biru muda. Usulan itu jelas ditolak mentah-mentah oleh fans.
Mereka enggan klub kebanggaannya berwarna sama dengan sang rival, Marseille. Meski akhirnya tak jadi, beberapa pendukung PSG, terutama fans yang sudah mendukung sejak era 90-an tetap kecewa karena kereta bayi yang melambangkan kelahiran Raja Louis XIV dihapus keberadaannya.
3. Aston Villa
Tak banyak yang berubah dari logo Aston Villa. Detail kecil yang diganti justru membuat fans Villa kebakaran jenggot. Di logo baru perubahan ada pada tulisan “prepared” dan detail pada lambang singa yang sudah lama menjadi ikon The Villans.
Hanya saja pemilihan waktu untuk meluncurkan logo yang menjadi masalah. Ini berawal saat Aston Villa harus turun kasta ke Divisi Championship untuk pertama kalinya dalam 28 tahun pada musim 2015/16.
Di saat bersamaan, sang pemilik, yakni Randy Lerner justru meluncurkan logo baru. Protes pun terjadi di seantero Kota Birmingham. Mereka menjelek-jelekkan pemilik klub Randy Lerner karena gagal menjaga tradisi kuat yang sudah melekat sejak lama.
Mereka juga beranggapan bahwa Lerner tak tahu malu karena mengganti logo saat klub sedang terpuruk. Situasi yang kurang lebih sama pun terjadi pada tahun 2023. Kali ini, perubahannya cukup drastis.
Yang awalnya berbentuk perisai, menjadi lingkaran dan mengubah hadap singa dari kiri ke kanan. Logo terbaru mendapat ejekan konyol di media sosial lantaran dianggap mirip dengan Chelsea.
4. Manchester City
Manchester City pernah membuat fansnya murka setelah melakukan rebranding logo yang dilakukan oleh manajemen klub. Logo klub Manchester biru ini identik dengan gambar burung elang dan ada tulisan MCFC yang memiliki arti Manchester City Football Club.
City juga dikenal dengan detail kecil yang sangat melambangkan klub tersebut. Detail itu berbentuk slogan yang diambil dari bahasa latin yaitu “Superbia In Proelio”. Jika diartikan dalam bahasa Inggris akan menjadi “Pride In Battle” yang artinya kebanggaan dalam pertempuran.
Sheikh Mansour yang datang tahun 2008 awalnya tak berambisi untuk mengganti logo. Pada tahun 2016 klub harus melakukan modernisasi untuk menyesuaikan perkembangan industri sepakbola.
Gambar elang emas tak ada kaitannya dengan sejarah kota Manchester dihilangkan. Selain itu keputusan menghilangkan slogan berbahasa latin tersebut cukup dipermasalahkan oleh sejumlah fans.
Mereka menilai Sheikh Mansour ingin menghilangkan sejarah, semangat juang tim, serta membuat City menjadi seperti klub-klub Prancis. Kenyataannya, City justru makin berjaya setelah berganti logo.
5. Juventus
Manajemen Juventus memutuskan untuk mengganti logo pada tahun 2017 dan hal ini menjadi perhatian para suporter. Pro dan kontra lahir di kalangan penggemar.
Pembaharuan kali ini begitu ekstrim ketimbang sebelumnya. Tampilan logo baru dari klub yang berjuluk Si Nyonya Tua itu menjadi seperti huruf “J” yang diwarnai hitam.
Terlihat terlalu minimalis, jadi aneh aja gitu kalau dilihat karena sebelumnya berbentuk perisai oval layaknya beberapa klub Italia lainnya. Perubahan yang berani tapi juga kontroversial.
Tidak sedikit fans yang melayangkan protes melalui media sosial karena manajemen juga menghilangkan simbol Kota Turin di logo baru. Mereka menyebut Juventus berusaha mengesampingkan tradisi hanya demi nilai komersial.
Itu karena lambang “J” begitu identik dengan sponsor Juve saat ini, Jeep. Manajemen mengklaim bahwa logo tersebut bisa merambah pasar yang lebih luas di masa depan.
Mereka juga percaya bahwa logo itu akan tetap relevan dalam 50 tahun mendatang. Meski begitu, beberapa fans masih belum bisa menerima logo baru itu. (*)
Editor : Niklaas Andries