Radarbanyuwangi.id – Ambisi manajemen anyar Persewangi Banyuwangi mengarungi kompetisi Liga 3 mulai dipersiapkan secara serius. Selain sudah menggelar seleksi pemain sebagai bagian kerangka tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut.
Manajemen tim juga membagikan logo anyar sebagai ‘sangu’ Persewangi Banyuwangi mengarungi kompetisi Liga 3 mendatang. Dibandingkan logo sebelumnya, logo tim kali ini terasa lebih kalem. Dominasi warna merah dan putih yang ada pada logo lawas hilang.
Dominasi warna logo tim kini diisi dengan warna claret, emas, dan biru. Dalam penjelasan folosofis logo tersebut, Handoko sebagai Presiden Persewangi Banyuwangi menjelaskan makna yang terkandung dalam logo tersebut.
Lengkung tengah logo diambil dari motif batik Gajah Oling. Batik ini telah menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi yang melambangkan kekuatan besar dan kegigihan orang Banyuwangi.
Selanjutnya sembilan api yang menuala biru melambangkan loyalitas dan api semangat yang tak pernah padam. Ikon ini diambil dari fenomena api biru di Kawah Ijen.
Sedangkan warna claret melambangkan determinasi dan kemegahan serta kekayaan sejarah. Dan warna emas melambangkan kejayaan. Nilai nilai inilah yang diharapkan sebagai kekuatan besar dalam kancah sepak bola nasional dan menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi.
Handoko menegaskan bahwa perubahan logo menjadi bagian dari semangat baru yang dibawa manajemen, bukan berarti menghilangkan sejarah yang ada di logo sebelumnya. Dalam logo baru juga terkandung filosofi yang cukup kuat.
”Perubahan logo bukan untuk mencederai semangat Persewangi. Semua saya lakukan demi Persewangi. Semoga suporter memahami dan nanti bisa kita buktikan dengan prestasi. Kompetisi musim depan tak lagi berkutat di liga amatir,” tegas Handoko. (*)
Editor : Niklaas Andries