Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dijuluki sebagai Tim Roller Coaster, Catatan Perjalanan Tim Liga 3 Persewangi Banyuwangi di Pentas Liga Indonesia: Faktor Pendanaan Jadi Momok

Niklaas Andries • Senin, 2 September 2024 | 18:00 WIB

NAIK TURUN: Skuad Persewangi Junior sempat jadi tulang punggung di kompetisi Divisi I 2008/2009
NAIK TURUN: Skuad Persewangi Junior sempat jadi tulang punggung di kompetisi Divisi I 2008/2009
Radarbanyuwangi.id – Persewangi Banyuwangi memiliki kiprah panjang dalam keikutsertaannya meramaikan blantikan sepak bola nasional. Tim berjuluk Laskar Blambangan ini pun pernah bermain di semua kasta Liga Indonesia, kecuali kasta teratas.

Di era Indonesia Super League (ISL) dibawah pengelolaan PT Liga Indonesia. Capaian tertinggi Persewangi Banyuwangi adalah bermain di kasta kedua, Divisi Utama. Termasuk saat terjadi chaos kepengurus PSSI, Persewangi mampu bermain di kasta kedua Liga Indonesia dibawah naungan Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

Selain Divisi Utama, boleh jadi Divisi I sampai Divisi III merupakan level sepak bola yang cukup familiar bagi tim kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini. Beberapa kali tercatat, Persewangi Banyuwangi mampu promosi ke beberapa level kompetisi.

Sayangnya, keberhasilan promosi ini sering kali tidak dibarengi konsistensi. Sehabis berjuang meraih tiket promosi, Laskar Blambangan sering dihadapkan pada kenyataan pahit, terdegradasi ke kasta sebelumnya.

Penyebabnya klasik, yakni masalah krisis finansial. Tengok saja bagaimana kiprah Persewangi di level Divisi II tahun 2007/2008. Bertanding di grand final kontra Persires Rengat dipartai final yang digelar Gelora Bung Karno kala itu. Persewangi tumbang 1-4.

Meski kalah, Laskar Blambangan berhak atas jatah tiket promosi ke Divisi I musim berikutnya. Sayang di kasta Divisi I musim berikutnya, Laskar Blambangan yang tampil seadanya harus menerika kenyataan pahit. Degradasi kembali ke Divisi II.   

Tidak hanya sekali, catatan mentas tenggelam ini seolah membayangi perjalanan Persewangi Banyuwangi. Kondisi ini membuat tim asal Banyuwangi ini mendapat julukan lain sebagai tim roller coaster.

Dimana roller coaster identik dengan permainan atau wahanan yang naik ke atas dan tiba-tiba turun ke bawah. Masalahnya pun sama setiap zaman, yakni masalah pendanaan yang tak jelas ujung pangkalnya. Terutama saat APBD terlarang untuk membiayai sepak bola. (*)

Catatan perjalanan Prestasi Persewangi di Liga Indonesia

 

Editor : Niklaas Andries
#Roller Coaster #Tim Liga 3 #indonesia super league #krisis finansial #degradasi #apbd #isl #divisi #liga indonesia #persewangi banyuwangi