Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tim Sepak Bola Disablitas Persawangi Banyuwangi Gelar Pemusatan Latihan: Persiapan Jelang Piala Menpora 2024 di Malang

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 5 Agustus 2024 | 05:27 WIB

PAKAI KRUK: Pemain Persawangi (Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi) berlatih di Taman Blambangan untuk persiapan kejuaraan Piala Menpora di Malang pada Desember mendatang.
PAKAI KRUK: Pemain Persawangi (Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi) berlatih di Taman Blambangan untuk persiapan kejuaraan Piala Menpora di Malang pada Desember mendatang.

Radarbanyuwangi.id - Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat para penyandang disabilitas untuk berkompetisi di bidang olahraga. Seperti yang terlihat di Taman Blambangan pada Minggu Minggu (4/8).

Klub sepak bola disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi) semakin giat berlatih.

Intensitas latihan semakin ditingkatkan untuk menghadapi Piala Menpora yang akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Desember 2024 mendatang. Klub Persawangi beranggotakan 12 orang. Mereka terlihat bersemangat dalam latihan kelima di Taman Blambangan Minggu (4/8).

Ketua Persawangi Mahmud Hasyim mengatakan, saat ini timnya dalam kondisi prima dan siap bersaing untuk merebut gelar juara Piala Menpora. ”Alhamdulillah, kondisi teman-teman fit dan penuh semangat. Kami akan terus menjaga ini selama empat bulan ke depan. Target minimal kami menjadi juara kedua Piala Menpora mendatang. Insya Allah, kami optimistis bisa mencapai target tersebut,” tegas Mahmud.

Intensitas latihan akan terus digeber. Yang awalnya sekali dalam sepekan, kini ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali. Dengan segala persiapan dan semangat yang terus terjaga, Persawangi siap untuk menunjukkan kemampuan terbaik di ajang Piala Menpora.

Setiap kali latihan, klub Persawangi tidak terfokus di satu lapangan. Mereka berpindah-pindah tempat. Tujuannya untuk memperkenalkan ke masyarakat luas bahwa ada sepak bola disabilitas di Banyuwangi.

”Kami berlatih berpindah-pindah lapangan agar lebih banyak masyarakat yang melihat dan mengenal kami,” jelas Mahmud.

Persawangi juga membuka peluang bagi orang-orang yang mengalami amputasi dan memiliki kelainan sejak lahir untuk bisa bergabung.

”Anggota kami tidak hanya yang amputasi, tapi juga ada yang memiliki kelainan sejak lahir,” jelas Mahmud.

Anggota sepak bola yang tergabung di Persawangi berusia mulai 18 tahun hingga paling senior 52 tahun. Meski sudah ada yang berusia lanjut, semangat mereka tidak diragukan lagi. Seperti pemain dari Siliragung, Maryono.

Meski jarak dari rumah ke tempat latihan sangat jauh sekitar 55 kilometer, dia tetap berjuang untuk klubnya. ”Tetap semangat, kami prioritaskan untuk Persawangi bisa menang di Piala Menpora nanti,” ungkapnya.

Saat ini klub Persawangi berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Banyuwangi yang resmi terbentuk pada Sabtu, 15 Juni 2024 lalu. Askab PSAI Banyuwangi juga diketuai oleh Mahmud Hasyim masa bakti 2024–2029.

Mereka sudah menerima SK dari PSAI Indonesia Amputee Football Association (INAF).PSAI sampai saat ini telah memiliki kepengurusan di tingkat provinsi seperti Pengurus Provinsi (Pengprov) DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Barat. Sedangkan pengurus di tingkat kabupaten/kota ada Jember, Lumajang, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Madura, dan Kota Padang.

Adapun yang masih dalam proses pembentukan kepengurusan pengprov, yaitu Jawa Tengah, Banten, Bali, DI Jogjakarta, dan Kalimantan Timur yang ditargetkan dapat segera terbentuk tahun ini. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#stadion kanjuruhan #Taman Blambangan #persatuan #malang #amputasi #sepak bola #banyuwangi #piala menpora #disabilitas