RadarBanyuwangi.id – Laga menarik tersaji dalam uji coba antara Persewangi Banyuwangi melawan Mitra Bola Utama (MBU) Baruna FC di Stadion Diponegoro, Senin (27/11).
Lewat pertandingan yang cukup ketat, Baruna FC berhasil menang tipis melawan Persewangi dengan skor 1-0.
Dominasi Baruna FC terlihat sejak menit awal. Pada menit ke-16, striker Baruna FC, Dhiaz berhasil mencetak gol ke gawang kiper Persewangi, Rian Maulana.
Gol tersebut cukup mengejutkan Persewangi. Setelah gol pertama tercipta, Laskar Blambangan langsung bermain ngotot. Berulang kali mereka mengancam gawang Baruna FC.
Sayangnya, duo Papua, Maurits Hamadi dan Brian Nirigi yang diplot di lini depan tak bisa memaksimalkan peluang. Kondisi ini membuat pemain Persewangi tampak frustasi.
Permainan sempat menjurus keras di pertengahan babak kedua. Beruntung, pemain kedua tim bisa menjaga emosi sehingga tidak sampai merusak jalanya pertandingan.
Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi mengakui banyak peluang yang terbuang dari timnya. Koordinasi di lini belakang dan finishing masih lemah.
Dengan kondisi ini, timnya harus puas kalah tipis atas tim lawan. ”Seharusnya kita bisa mendapat tiga gol. Maurits tampak tidak percaya diri di depan gawang,” kata Bagong.
Hasil ini menjadi PR bagi Persewangi di sisa sepekan sebelum kompetisi Liga 3 Jatim digeber. Bagong berjanji akan berupaya meningkatkan fisik pemainnya.
”Tim kita sudah terbentuk, tinggal memastikan siapa yang akan dipasang seterusnya. Kita butuh minimal dua kali uji coba lagi sebelum kompetisi digelar,” tegasnya.
Pelatih MBU Baruna FC Roffy Wikongsinarjo menambahkan, hasil pertandingan melawan Persewangi menjadi modal yang cukup baik untuk timnya.
Apalagi, dari kombinasi pemain yang ada, Baruna FC bisa menang melawan Persewangi.
Roffy menilai Persewangi bertanding cukup bagus kemarin sore. ”Tensi pertandingan cukup tinggi, tapi pemain bisa mengontrol emosi. Saya dan Coach Bagong juga sama-sama berusaha menjaga tensi pemain,”kata Roffy.
Mantan pelatih Persimuba itu mengatakan, dibanding Banyuwangi Putra dan Persewangi, timnya menjadi yang paling minim persiapan.
Sebab, dalam putaran Grup F nanti, Roffy tak ingin memasang target muluk-muluk. Minimal, timnya bisa lolos dari putaran grup.
Apalagi, imbuh Roffy, melihat calon lawan di Grup F yang cukup kuat. ”Materi pemain yang ada (23 pemain) kami maksimalkan. Rencananya, tanggal 30 November kami akan bertanding lagi melawan Persekap Pasuruan, sekaligus bersiap di sana untuk kompetisi Liga 3,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin