RadarBanyuwangi.id – Perhelatan Liga 3 Jawa Timur akan digelar kurang dari tiga pekan ke depan.
Beberapa klub Liga 3 asal Banyuwangi mulai menggelar uji coba untuk mengoptimalkan kesiapan skuad yang bakal mengarungi kompetisi tersebut.
Seperti dilakoni Persewangi Banyuwangi, Jumat (17/11). Kesebelasan yang satu ini melakukan uji coba melawan tim lokal Krobokan FC Legend.
Tidak tanggung-tanggung, Persewangi langsung menjajal tujuh pemain baru dalam laga uji coba kali ini.
Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi mengatakan, timnya mendatangkan beberapa pemain yang bisa dibilang sudah ”jadi” alias sudah matang untuk mengarungi Liga 3.
Di antaranya empat pemain asal Papua, yaitu Brian Nirigi, Maurice, Stevanus, dan Oktavianus Taplo. Mereka berasal dari klub Liga 2 dan Liga 3 seperti Persewar Waropen dan PS Jembrana.
Ada juga pemain dari Persebaya U-18 yakni Jatmiko, pemain dari Persika Karawang Ryan, eks pemain Metro FC Malang Albi, dan satu pemain lokal Banyuwangi yakni Derby.
”Dari empat pemain Papua, tiga orang sudah kita pastikan ikut kita (Persewangi). Yang satu masih kita uji,” ujar Bagong.
Sementara itu, selama laga uji coba kemarin, Persewangi cukup mendominasi pertandingan. Di awal babak pertama mereka terus mengurung pertahanan tim lawan.
Namun, mereka masih perlu membuktikan kemampuan melawan tim-tim yang lebih kuat.
”Masih ada potensi kita coret pemain sebelum tanggal 28 November, jadi kita lihat dulu,” imbuh Bagong.
Manajer Persewangi Yunus Wahyudi mengatakan, untuk sementara dirinya sudah cukup puas dengan kondisi tim.
Bahkan secara kualitas, dirinya bisa membandingkan kesiapan timnya dengan tim-tim lain penghuni Grup B, seperti Persebo Muda Bondowoso, NZR Sumbersari, dan Arek Surabaya.
”Tim kita lebih siap. Kita sudah melihat perkembangan tim lainnya,” ucapnya.
Yunus menargetkan Persewangi bisa juara grup pada putaran Liga 3 Jatim. Untuk mengoptimalkan target itu, dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemkab Banyuwangi agar bisa mendapatkan suntikan anggaran.
Harapannya, dengan adanya support dari pemerintah, tim bisa berkonsentrasi selama pertandingan berlangsung.
Yunus mengatakan, salah satu opsi yang ditawarkannya kepada pemkab Banyuwangi yakni partispasi dari para aparatur sipil negara (ASN).
Dia berharap ASN memberikan support sebesar Rp 5 ribu per orang untuk Persewangi.
”Dengan donasi sebesar Rp 5 ribu per ASN, saya rasa lebih ringan. Di Banyuwangi ada 7 ribu ASN, akan sangat membantu jika mereka memberikan donasi. Karena Persewangi untuk Banyuwangi juga,” tandasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin