RadarBanyuwangi.id – Pucuk pimpinan tim Liga 3 Persewangi Banyuwangi berganti, Selasa (31/10). Setelah enam tahun menakhodai Persewangi Banyuwangi, Samidi Jos Rudy menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Yunus Wahyudi.
Pergantian pucuk pimpinan Persewangi disaksikan pengurus dan pelatih tim di Wisma Atlet Gelora Banyuwangi.
Kondisi kesehatan Jos Rudy yang mulai menurun disebut-sebut menjadi salah satu alasan menyerahkan manajemen Laskar Blambangan kepada Yunus.
”Saya serahkan secara total kepada Pak Yunus. Jabatannya sebagai General Manager yang akan mengatur semua manajemen Persewangi,” kata Jos Rudy.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Aspamin itu menilai, sosok Yunus cocok untuk memimpin Persewangi. Selain gila bola, Yunus dianggap bersemangat untuk membawa Persewangi bisa naik kasta ke Liga 2.
Sebelum menyerahkan manajemen Persewangi, Jos Rudy berpesan agar Yunus bisa menjalankan amanah dengan baik, termasuk tidak ikut terlibat dalam pengaturan skor.
”Saya sampai sakit karena bola, kebetulan ada Mas Yunus. Dia sepakat untuk membawa Persewangi maju,” imbuh Jos Rudy.
Usai menerima mandat sebagai GM Persewangi, Yunus berjanji akan membuktikan kepada publik Banyuwangi jika dirinya mampu membawa tim lebih baik.
Termasuk melakukan reformasi dan mengawal Inpres No 3 Tahun 2019 untuk percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.
”Perintah presiden ini harus kita kawal, jangan sampai ada lagi pengurus sepak bola yang bingung (karena tidak ada anggaran),” kata Yunus.
Selain itu, Yunus mengaku sudah menyiapkan anggaran pribadi sebesar Rp 1,2 miliar untuk mempersiapkan tim. Mulai dari menggaji pemain, mes pemain, gaji pelatih, makan, dan sebagainya.
”Langkah pertama akan saya bentuk kepengurusan yang mau mengurus Persewangi dari hati. Saya pastikan transparansi keuangan Persewangi. Semua dana yang masuk dari luar akan kami sampaikan, jangan sampai ada jual beli skor agar Persewangi bisa juara,” tegasnya.
Pelatih Kepala Persewangi Banyuwangi Bagong Iswahyudi mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki kerangka tim setelah melakukan seleksi.
Bagong melihat komposisi pemain yang ada masih terlalu muda. Mayoritas pemain adalah jebolan Piala Suratin dengan rentang usia 17 sampai 18 tahun.
Bagong akan menyesuaikan komposisi pemain dengan target tim. Jika tim ingin lolos ke putaran nasional, separo pemain dari kebutuhan tim perlu dirombak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Bagong melihat waktu persiapan tim sudah cukup mepet. Jika ingin bersaing, Persewangi harus segera mengontrak pemain ”matang” untuk bisa mengarungi kompetisi.
”Kami butuh kiper senior, stoper, bek kiri, dan striker. Masih cukup banyak yang perlu dilakukan jika ingin membentuk tim yang ideal,” tegasnya.
Siapa Yunus Wahyudi? Pria asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, tersebut dikenal sebagai sosok yang kontroverisal.
Sebagai seorang pegiat LSM, Yunus kerap keluar masuk penjara karena perkara pidana.
Tanggal 14 September 2023 lalu, Yunus keluar dari Lapas Banyuwangi setelah mendapatkan izin pembebasan bersyarat.
Meski bebas, Yunus tetap dalam pengawasan petugas Badan Pemasyarakatan (Bapas). Yunus wajib melapor satu bulan sekali sampai masa tahanannya habis.
Yunus merupakan terpidana kasus contempt of court dan penyebaran berita bohong. Dalam kasus penyiaran berita bohong, Yunus diganjar hukuman tiga tahun penjara.
Sedangkan dalam kasus contempt of court (penghinaan kepada pengadilan), Yunus divonis satu tahun tiga bulan penjara.
Perjalanan kasus Yunus diawali sejak ditahan oleh Polresta Banyuwangi gara-gara menyebarkan berita bohong yang menyebut Covid-19 tidak ada.
Dalam kasus tersebut Yunus ditahan hingga harus menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.
Pada bulan Mei 2021, penahanan Yunus ditangguhkan oleh Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu hingga proses sidang dengan agenda putusan.
Pada sidang putusan Agustus 2021, Yunus yang divonis tiga tahun penjara langsung melakukan penyerangan kepada hakim.
Yunus pun dijerat pasal penghinaan terhadap pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin