RadarBanyuwangi.id – Pelayanan terhadap atlet Banyuwangi pada pelaksanaan multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur kembali menjadi sorotan.
Tim sepak bola putra Banyuwangi dikabarkan harus menginap di rumah kontrakan dengan fasilitas yang sngat memprihatinkan. Tidurnya di lantai hanya beralaskan tikar, tanpa bantal dan kasur.
Kondisi ini ikut mempengaruhi kesiapan atlet dalam bertanding. Tak hanya atlet, para pelatih dan ofisial ikut merasakan pelayanan yang sama.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Askab PSSI Banyuwangi Pebdi Arisdiawan mengatakan, tahun ini menjadi salah satu Porprov terburuk yang dilalui cabornya, terutama dari sisi persiapan.
Skuad tim sepak bola pun harus bekerja keras memenuhi kebutuhan sendiri selama pelaksanaan Porprov.
Pebdi menilai apa yang dirasakan cabornya adalah salah satu imbas tidak adanya alokasi anggaran khusus untuk Porprov tahun ini.
KONI yang seharusnya bisa cawe-cawe untuk pelaksanaan Porprov justru menyerahkan seluruhnya kepada cabor.
Akhirnya cabor pun harus mengolah anggaran pembinaan yang dimiliki untuk berangkat Porprov.
Dengan anggaran terbatas, hanya fasilitas seadanya yang bisa mereka siapkan untuk mengikuti Porprov.
Seperti yang dirasakan tim sepak bola putra yang harus menginap di rumah kontrakan dengan alas tikar seadanya.
"Seharusnya ada anggaran khusus. Ini menjadi PR kita bersama, ketika ada even sekelas Porprov seharusnya disediakan anggaran khusus. Tidak seperti tahun ini, yang sudah terpotong reward dan kita berangkat dengan memakai anggaran pembinaan," tegasnya.
Tim sepak bola Porprov putra Banyuwangi masih berjuang keras untuk bisa lolos dari grup C. Mereka menghadapi tim dasar klasemen grup C, yaitu Bojonegoro.
Posisi Banyuwangi kurang menguntungkan karena dari dua pertandingan hanya mampu mengoleksi satu poin. Pada pertandingan awal, Banyuwangi ditahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2.
Selanjutnya pada pertandingan kedua, Banyuwangi harus menyerah dari tim Kota Surabaya dengan skor 0-2.
Di pertandingan terakhir, Banyuwangi harus bisa menang melawan Bojonegoro dengan selisih lebih dari dua gol dengan catatan tuan rumah Jombang kalah dengan Kota Surabaya.
"Kondisi ini tentu mempengaruhi persiapan atlet. Kita harus melakukan evaluasi bersama ke depan agar tidak seperti ini lagi," harap Pebdi. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin