Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Suporter Masuk Lapangan, Laga SMAN 1 Kapongan vs SMAN 1 Panji Sempat Terhenti

Edy Supriyono • Rabu, 14 September 2022 | 17:06 WIB
Petugas menghalau suporter yang hendak memasuki lapangan sepak bola di Stadion GMS Situbondo, Senin (12/9). (Humaidi/Radar Situbondo)
Petugas menghalau suporter yang hendak memasuki lapangan sepak bola di Stadion GMS Situbondo, Senin (12/9). (Humaidi/Radar Situbondo)
JAWA POS RADAR SITUBONDO – Pertandingan bola antar pelajar, antara SMA Negeri I Kapongan dengan SMA Negeri I Panji yang digelar di Stadion GMS Situbondo sempat terhenti. Sebab, ada tiga orang suporter SMA Negeri Kapongan tidak menerima dengan keputusan panitia liga bupati cup ketiga. Sehingga, mereka masuk ke arena pertandingan dan diamankan polisi.

Panitia pertandingan bola antar pelajar,  Eko Sugeng menyebutkan, awal ‘kericuhan’ terjadi pada saat panitia memberikan sanksi pelanggaran kepada pemain dari SMA Negeri Kapongan. Sehingga, tiga suporter tidak terima. Ketiganya masuk dan membuat keributan di tengah lapangan. “Setelah ada tiga suporter yang masuk langsusg kita amankan. Kita berkoordinasi dengan anggota Polres Situbondo. Mereka kemudian diamankan polisi,” ungkap Sugeng.

Setelah kejadian itu, panitia memutuskan pertandingan berlangsung tanpa suporter. Alasannya biar tidak ada kegaduhan terulang. Sehingga, pertandingan tetap bisa dilanjutkan sampai usai.  “Kita lanjutkan permainan. Pertandingan antara SMA Negeri I Kapongan degan SMA Negeri I Panji berlanjut hingga selesai. Hasilnya imbang. Satu sama,” imbuh Sugeng.

Kata dia, peristiwa kericuhan itu sudah tersebar di media sosial. Tetapi banyak video yang hanya sepotong-sepotong. Sehingga, sangat perlu diluruskan. Agar masyarakat tidak beranggapan miring. Sebab, kejadian sebenarnya tiga suporter hanya diamankan dan tidak ada baku hantam antar suporter dengan panitia. “Kalau dalam video yang beredar terlihat salah satu penitia memeluk salah satu suporter. Itu hanya diamankan agar tidak gaduh di tengah lapangan,” jelas Sugeng.

Kasihumas Polres Situbondo, Iptu Ahmat Sutrisno menegaskan, pihaknya juga terlibat dalam kepanitiaan even tersebut. Dalam pertandingan tersebut hanya terjeda sementara akibat adanya ulah suporter yang masuk ke tengah lapangan. Setelah itu pertandingan antar kedua kesebelasan berlanjut hingga selesai. “Untuk ketiga anak itu sudah kita beri tindakan, dan sudah kita beri surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan,” pungkas Sutrisno. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#Ricuh #olahraga #Suporter Bentrok #sepak bola