Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Attractions 2026 Hadirkan 86 Event Budaya dan Sport Tourism, Perkuat Identitas Lokal dan Program Indonesia ASRI

Ali Sodiqin • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:30 WIB

Banyuwangi Attractions 2026 hadirkan 86 event budaya dan sport tourism untuk perkuat identitas lokal dan dukung program Indonesia ASRI.
Banyuwangi Attractions 2026 hadirkan 86 event budaya dan sport tourism untuk perkuat identitas lokal dan dukung program Indonesia ASRI.

RADARBANYUWANGI.ID – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum seni budaya di Indonesia.

Pada 2026, daerah berjuluk The Sunrise of Java ini menghadirkan “Banyuwangi Attractions 2026”, sebuah kalender besar yang memuat 86 atraksi seni budaya, tradisi, dan sport tourism yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Rangkaian Banyuwangi Attractions bukan sekadar agenda wisata tahunan. Program ini menjadi panggung besar untuk merawat tradisi, menggerakkan ekonomi kreatif, sekaligus menguatkan identitas lokal di tengah arus modernisasi.

86 Atraksi, dari Ritual Sakral hingga Sport Tourism

Sebanyak 86 atraksi yang masuk dalam Banyuwangi Attractions 2026 sebagian besar merupakan event seni budaya yang telah menjadi tradisi turun-temurun warga Banyuwangi.

Di antaranya adalah Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Seblang, serta Kebo-Keboan Alasmalang.

Tradisi-tradisi tersebut bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga simbol spiritualitas dan kebersamaan masyarakat setempat.

Setiap ritual menyimpan makna syukur, doa keselamatan, hingga harapan akan kesejahteraan.

“Banyuwangi Attraction salah satu cara Banyuwangi menguatkan identitas lokal daerah, serta ajang konsolidasi warga. Ini sesuai dengan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dari Presiden Prabowo Subianto. Di mana ASRI mengamanatkan agar setiap daerah menguatkan seni budaya daerah yang memperkaya budaya nasional,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (21/2/2026), dikutip dari banyuwangikab.go.id.

Selaras dengan Program Indonesia ASRI

Banyuwangi sendiri telah meluncurkan program Banyuwangi ASRI sebagai langkah akselerasi dari program nasional Indonesia ASRI.

Dalam komponen “Indah”, pemerintah daerah mengimplementasikannya melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.

Salah satu wujud konkretnya adalah Banyuwangi Attractions 2026.

“Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya tradisi, seni pertunjukan budaya. Namun, budaya tidak cukup hanya diwariskan—ia harus dirawat, dipentaskan, dan dibanggakan,” ujar Ipuk.

Menurutnya, Banyuwangi Attractions menjadi ruang temu antara budaya, olahraga, pariwisata, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Event-event ini bukan sekadar tontonan, tetapi ruang ekspresi bagi seniman lokal, generasi muda, dan pelaku ekonomi kreatif.

Atraksi yang dikemas apik ini menjadi cara kami menguatkan identitas budaya sekaligus memastikan tradisi tetap hidup dan relevan dengan zaman,” imbuhnya.

Jadwal Event Unggulan 2026

Sejumlah agenda besar siap digelar sepanjang 2026. Beberapa di antaranya telah memiliki tanggal pelaksanaan yang dinanti wisatawan:

Gandrung Sewu, misalnya, dikenal sebagai pertunjukan tari kolosal yang melibatkan ribuan penari dan selalu menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Surga Sport Tourism: BMX hingga Trail Run Ijen

Tak hanya budaya, Banyuwangi Attractions 2026 juga memanjakan para pecinta olahraga.

Konsep sport tourism kembali diperkuat dengan sejumlah event yang memacu adrenalin.

Bagi penghobi sepeda, tersedia:

Sementara bagi pecinta lari, akan digelar:

Event lari ini menawarkan trek hijau dengan panorama eksotis khas kawasan Ijen, menjadikannya salah satu daya tarik sport tourism unggulan Banyuwangi.

Strategi Pembangunan Berbasis Budaya

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menegaskan bahwa Banyuwangi Attractions bukan sekadar agenda wisata.

Menurutnya, program ini merupakan strategi pembangunan daerah yang komprehensif: menguatkan budaya, menggerakkan ekonomi, membangun citra positif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Kami percaya, ketika budaya dijaga, olahraga digerakkan, dan lingkungan dirawat, maka pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan dan inklusif,” ujar Hartono.

Dengan 86 atraksi yang tersebar sepanjang tahun, Banyuwangi Attractions 2026 diproyeksikan menjadi magnet wisata sekaligus etalase kekayaan tradisi Nusantara.

Lebih dari sekadar festival, agenda ini adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan budaya Banyuwangi tetap hidup, berkembang, dan membanggakan di panggung nasional maupun global. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tumpeng sewu #Alasmalang #gandrung sewu #Trail Run Ijen #bmx #kebo-keboan #Sport Tourism #barong ider bumi #Banyuwangi Festival #Seblang Olehsari #Banyuwangi Attractions 2026 #event budaya