Hati
Ialah makhluk yang bisa
berbicara dalam lirih sunyi.
Geraknya amat terbatas
lantaran ia tidak suka
dengan metafora yang kerap kali
dimanipulasi bahasa manusia.
Hati adalah cahaya yang Ia titipkan
sebagai sinyal pengingat.
“dalam dirimu ada Aku”
“dalam hatimu ada Aku”
Berjalanlah sesuai syariat-Ku
Berderaplah mencari hakikat-Ku
Asyik-masyuk dalam makrifat-Ku.
Purbalingga, 2026
Ikan-Ikan Globalisasi
Arus-arus
diciptakan agar
kita hanyut
dalam ketenaran,
dalam kekayaan.
Mereka yang hanyut
hanyalah bangkai ikan.
Apakah untuk itu kau diciptakan?
Purbalingga, 2026
Mata Air
Kau cari sumur-sumur duniawi
untuk memandikan hatimu yang
berlumuran dosa.
Telaga duniawi tidak bisa
mengunus rasa hausmu
yang kerap kali makin ganas.
Kau renangi dermaga-dermaga
yang menjadi tumpuan
kapal-kapal yang kehilangan
sandaran kehidupan.
Setalah kau telisik lebih dalam,
nyatanya sumber air abadi itu
ada di dalam dirimu sendiri.
Purbalingga, 2026
Menyembelih
sifat serakahmu, egomu dan
rasa ingin benarmu sendiri
adalah salah satu bentuk
kurban agar hijab antara
Tuhanmu dengan dirimu
kian pudar.
Purbalingga, 2026
Suaka Margasayang
Hakikat cinta itu Aku
Maka, janganlah engkau mendua
dengan dunia
dengan yang selain Dia.
Purbalingga, 2026
Yanuar Abdillah Setiadi
Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024). Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Buku terbarunya Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (Penerbit Kolofon Yogyakarta,2025) Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.
Editor : Ali Sodiqin