Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 01:30 WIB
Yanuar Abdillah Setiadi
Yanuar Abdillah Setiadi

Hati

 

Ialah makhluk yang bisa

berbicara dalam lirih sunyi.

Geraknya amat terbatas

lantaran ia tidak suka

dengan metafora yang kerap kali

dimanipulasi bahasa manusia.

Hati adalah cahaya yang Ia titipkan

sebagai sinyal pengingat.

“dalam dirimu ada Aku”

“dalam hatimu ada Aku”

Berjalanlah sesuai syariat-Ku

Berderaplah mencari hakikat-Ku

Asyik-masyuk dalam makrifat-Ku.

 

Purbalingga, 2026

 

Ikan-Ikan Globalisasi

 

Arus-arus

diciptakan agar

kita hanyut

dalam ketenaran,

dalam kekayaan.

 

Mereka yang hanyut

hanyalah bangkai ikan.

 

Apakah untuk itu kau diciptakan?

 

Purbalingga, 2026

 

Mata Air

 

Kau cari sumur-sumur duniawi

untuk memandikan hatimu yang

berlumuran dosa.

 

Telaga duniawi tidak bisa

mengunus rasa hausmu

yang kerap kali makin ganas.

 

Kau renangi dermaga-dermaga

yang menjadi tumpuan

kapal-kapal yang kehilangan

sandaran kehidupan.

 

Setalah kau telisik lebih dalam,

nyatanya sumber air abadi itu

ada di dalam dirimu sendiri.

 

Purbalingga, 2026

 

 

Menyembelih

 

sifat serakahmu, egomu dan

rasa ingin benarmu sendiri

adalah salah satu bentuk

kurban agar hijab antara

Tuhanmu dengan dirimu

kian pudar.

 

Purbalingga, 2026

 

 

Suaka Margasayang

 

Hakikat cinta itu Aku

Maka, janganlah engkau mendua

dengan dunia

dengan yang selain Dia.

 

Purbalingga, 2026

 

Yanuar Abdillah Setiadi

Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024).  Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023.  Buku terbarunya Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (Penerbit Kolofon Yogyakarta,2025) Instagram: @yanuarabdillahsetiadi. 

Editor : Ali Sodiqin
Yanuar Abdillah Setiadi puisi