Gandrung Sewu 2026 Usung Tema Kembang Dermo, Begini Persiapan Penarinya

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 23:00 WIB
Ratusan penari yang bakal tampil pada event Gandrung Sewu berlatih di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Kamis sore (1/10). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Ratusan penari yang bakal tampil pada event Gandrung Sewu berlatih di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Kamis sore (1/10). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ratusan penari dari enam kecamatan di Banyuwangi mulai mematangkan koreografi Gandrung Sewu 2026. Pemusatan latihan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng, Kamis sore (1/10), menjadi tahap penting sebelum para penari bertolak ke tingkat kabupaten untuk mempersiapkan pertunjukan kolosal bertema Kembang Dermo yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari, 24 Oktober mendatang.

Bukan hanya menyelaraskan gerakan, para penari juga dituntut memperkuat hafalan dan konsentrasi. Perubahan waktu pertunjukan dari siang ke malam menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menguasai koreografi di tengah keterbatasan pandangan dan tata pencahayaan panggung terbuka.

epson

Suasana RTH Maron sore itu dipenuhi semangat para penari yang bergerak mengikuti iringan musik khas Bumi Blambangan. Kibasan sampur dan gerakan yang serempak menjadi gambaran keseriusan mereka dalam mempersiapkan salah satu perhelatan seni budaya terbesar di Banyuwangi tersebut.

Latihan gabungan itu melibatkan seniman muda dan penari dari enam kecamatan yang tergabung dalam Dapil D, yakni Genteng, Sempu, Gambiran, Tegalsari, Glenmore, dan Kalibaru.

Koordinator Penari Gandrung Kecamatan Genteng Joko Mulyono mengatakan, pemusatan latihan di RTH Maron dirancang sebagai tahapan pemantapan terakhir di wilayah sebelum seluruh peserta melanjutkan latihan di Banyuwangi.

“Pemusatan latihan di RTH Maron ini dirancang sebagai panggung pemantapan terakhir di wilayah. Setelah ini latihan anak-anak digeser ke Banyuwangi,” kata Joko.

Hafalan Dipertebal, Adaptasi Konsep Baru

Latihan intensif tersebut difokuskan pada penguatan hafalan sekaligus pendalaman detail setiap koreografi. Para penari harus mampu menyesuaikan diri dengan konsep pertunjukan tahun ini agar setiap gerakan dapat ditampilkan secara kompak.

“Ini kan konsep baru, anak-anak juga harus bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Pantai Marina Boom Banyuwangi. Mengusung tema Kembang Dermo, festival tari kolosal tersebut akan digelar pada malam hari, berbeda dari pelaksanaan yang selama ini identik dengan pertunjukan siang.

Perubahan waktu itu membuat persiapan penari perlu dilakukan lebih cermat. Penguasaan koreografi tidak cukup hanya mengandalkan ingatan terhadap urutan gerakan, tetapi juga membutuhkan konsentrasi tinggi agar formasi tetap terjaga sepanjang pertunjukan.

Kondisi panggung terbuka di tepi pantai, tata pencahayaan (lighting), serta keterbatasan pandangan saat malam hari menjadi sejumlah aspek yang harus diantisipasi sejak latihan.

“Sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan dalam latihannya, tapi karena digelar malam hari, jadi hafalan harus dipertebal,” tandas Joko.

Meski demikian, pertunjukan malam juga membawa keuntungan tersendiri bagi para penari. Suhu udara yang lebih sejuk diharapkan membuat mereka lebih nyaman saat membawakan koreografi dalam durasi pertunjukan yang panjang.

“Nilai plus-nya, pasti tidak panas sehingga anak-anak bisa lebih rileks saat tampil,” pungkasnya.

Dengan pemantapan yang terus dilakukan, ratusan penari dari Dapil D diharapkan mampu tampil kompak dan maksimal saat bergabung dengan ribuan penari lainnya di panggung Gandrung Sewu 2026. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Gandrung Sewu 2026 Kembang Dermo festival Banyuwangi Penari Gandrung Sewu Latihan Gandrung Genteng