Festival Kertosari Bangkit: Saat Kuntulan dan Gotong Royong Jadi Satu Panggung

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 04:00 WIB
SPEKTAKULER: Festival Kertosari Bangkit bertajuk “Meras Kuntulan” sukses digelar di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, Minggu malam (21/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
SPEKTAKULER: Festival Kertosari Bangkit bertajuk “Meras Kuntulan” sukses digelar di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, Minggu malam (21/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tradisi dan kepedulian lingkungan bertemu dalam satu panggung di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi. Melalui Festival Kertosari Bangkit bertajuk “Meras Kuntulan”, warga menghidupkan kembali kesenian lokal sekaligus meneguhkan semangat gotong royong untuk menjaga kampung tetap bersih, sehat, rapi, dan indah (berseri), Minggu malam (20/9).

Festival tersebut bukan sekadar pertunjukan kesenian. Gelaran itu menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan lingkungan yang nyaman.

Ragam kesenian tradisional yang ditampilkan dalam festival sekaligus mempertegas identitas Kertosari sebagai salah satu kawasan di Banyuwangi yang memiliki potensi seni budaya.

Ketua Panitia Festival Kertosari Bangkit Hendro Harsono ST mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari semangat sinergi berbagai elemen masyarakat.

Menurut dia, kekuatan utama Kertosari terletak pada kekompakan warga. Penataan lingkungan dan pelestarian kesenian lokal dilakukan secara bersamaan melalui keterlibatan masyarakat.

Ketua Panitia Festival Kertosari Bangkit Hendro Harsono ST
Ketua Panitia Festival Kertosari Bangkit Hendro Harsono ST

“Kuncinya ada pada sinergi seluruh warga. Kertosari tidak hanya fokus pada penataan lingkungan agar tetap berseri, tetapi juga melestarikan berbagai kesenian lokal agar terus hidup dan berkembang,” ujar Hendro.

Gotong Royong Berbuah Pengakuan

Kekompakan warga Kertosari tidak berhenti pada kegiatan di tingkat kelurahan. Sejumlah capaian yang diraih menjadi bukti dari konsistensi masyarakat dalam mengembangkan lingkungan dan potensi wilayah.

Salah satunya adalah penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kertosari juga disebut telah ditetapkan sebagai Kelurahan Berseri Mandiri. Selain bidang lingkungan, capaian di sektor seni dan budaya turut mengiringi perkembangan kawasan tersebut, termasuk prestasi dalam seni bela diri dan kesenian di tingkat nasional.

Rangkaian capaian itu menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial. Ada upaya berkelanjutan untuk menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi warga.

Budaya Jadi Modal Wisata

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Hartono mengapresiasi inisiatif warga Kertosari yang memadukan pelestarian budaya dengan kepedulian lingkungan.

Menurut dia, perpaduan tersebut dapat menjadi modal bagi pengembangan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh warga dan panitia Kertosari Bangkit. Kebudayaan yang kuat lahir dari masyarakat yang bersatu dan peduli pada lingkungannya. Disbudpar siap terus mendukung agar potensi ini makin berkembang dan menjadi daya tarik wisata,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kertosari Yudi Setiawan mengatakan Festival Kertosari Bangkit dengan tajuk “Meras Kuntulan” menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus ruang untuk menjaga keberlangsungan budaya dan kesenian lokal.

Kegiatan tersebut, lanjut dia, tidak akan berjalan tanpa keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai panitia, paguyuban RT/RW, LPMK, hingga warga.

“Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia, Paguyuban RT/RW, LPMK, serta semua pihak yang telah mendukung hingga festival berlangsung sukses dan spektakuler,” ujarnya.

Melalui Festival Kertosari Bangkit, panggung kesenian tidak hanya menjadi tempat mempertontonkan tradisi. Lebih jauh, festival tersebut menjadi cermin bagaimana gotong royong warga dapat menjadi energi untuk merawat budaya sekaligus lingkungan tempat mereka tinggal. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
budaya banyuwangi Festival Kertosari Meras Kuntulan Kertosari Banyuwangi Kampung Iklim