Kurungan Tedak Siten Disulap Lebih Cantik, Kreasi Sederhana Jadi Tren di Kalangan Orang Tua Muda

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:29 WIB
Prosesi adat Tedak Siten kini tampil lebih estetis berkat sentuhan dekorasi sederhana pada kurungan dan tangga. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Prosesi adat Tedak Siten kini tampil lebih estetis berkat sentuhan dekorasi sederhana pada kurungan dan tangga. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Prosesi adat Tedak Siten atau turun tanah bagi bayi kini semakin banyak dikemas dengan tampilan yang lebih rapi dan estetis. Meski demikian, susunan prosesi maupun makna tradisi tetap dipertahankan. Perubahan lebih banyak terlihat pada sentuhan dekorasi sederhana yang mempercantik perlengkapan adat, terutama kurungan bambu.

Jika sebelumnya kurungan identik dengan tampilan polos, kini banyak orang tua muda memilih memberikan sentuhan warna netral, tambahan buket bunga, hingga kain hias sederhana. Kreasi tersebut membuat perlengkapan adat tampak lebih menarik tanpa menghilangkan nuansa sakral yang menjadi inti prosesi.

"Sebenarnya gak perlu hiasan yang heboh atau mahal. Cukup kurungannya dikasih warna netral biar bersih, terus ditambah buket bunga simpel sama sedikit kain hias di atasnya itu udah kelihatan manis banget. Yang penting rapi dan tetep sakral," ujar Fina (23), salah satu orang tua muda yang menerapkan konsep dekorasi tersebut.

Tidak hanya kurungan, tangga turunan yang menjadi bagian dari rangkaian Tedak Siten juga mulai dipercantik. Sejumlah orang tua menambahkan ornamen sederhana maupun tulisan berisi doa dan harapan pada setiap anak tangga sebagai simbol perjalanan hidup yang akan dilalui sang buah hati di masa mendatang.

Tren dekorasi minimalis ini dinilai semakin diminati karena mudah diterapkan secara mandiri atau do it yourself (DIY). Berbekal bahan yang sederhana dan biaya yang relatif terjangkau, keluarga tetap dapat menghadirkan suasana prosesi yang hangat, berkesan, sekaligus menarik untuk diabadikan dalam dokumentasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Tedak Siten