RADAR BANYUWANGI – Senja di kawasan Amfiteater Pantai Boom Banyuwangi berubah menjadi panggung budaya yang memukau, Sabtu (25/7). Ratusan warga dan wisatawan memadati area pertunjukan untuk menyaksikan Samar Wulu Art Perform, sebuah pergelaran seni tradisional yang memadukan keindahan panorama Selat Bali dengan kekayaan budaya khas Banyuwangi.
Pergelaran yang digagas Asosiasi Tour & Travel Agency Banyuwangi (ATTAB) tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 18.00. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan bergantian, mulai dari tari gandrung, tari jaran goyang, hingga duel atraktif Macan Barong yang berkali-kali memancing tepuk tangan penonton.
Suasana sore yang berpadu dengan semilir angin pantai menjadi daya tarik tersendiri. Latar matahari yang perlahan tenggelam di balik Selat Bali membuat setiap penampilan tampil semakin dramatis. Banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel, kamera DSLR, hingga kamera mirrorless.
Ketua Panitia Samar Wulu Art Perform, Setyo Ponco Utomo, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah ATTAB menghadirkan destinasi wisata budaya yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
"Kami ingin membuat destinasi wisata budaya yang bisa dinikmati oleh masyarakat lokal dan tamu yang datang dari luar kota," ujarnya.
Menurut Ponco, melalui konsep tersebut ATTAB ingin memperluas citra Pantai Boom. Selama ini kawasan tersebut dikenal sebagai destinasi wisata bahari, namun dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya yang rutin menghadirkan atraksi khas Banyuwangi.
Dengan menghadirkan pertunjukan budaya secara berkala, ATTAB berharap wisatawan tidak hanya menikmati panorama pantai, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang autentik selama berada di Banyuwangi. Konsep ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat daya tarik sektor pariwisata daerah melalui kolaborasi antara pelaku industri wisata dan seniman lokal.
Kesuksesan penampilan perdana Samar Wulu Art Perform menjadi awal dari rangkaian agenda budaya berikutnya. ATTAB telah menyiapkan dua pertunjukan lanjutan yang akan digelar di lokasi yang sama.
Pada 15 Agustus, pengunjung akan disuguhi pertunjukan tunggal Lang-Lang Buana (Jejak ke Sri Gayong). Sementara pada 29 Agustus, panggung Pantai Boom akan kembali hidup melalui Barong Battle Buana Sakit (Singo Bareng Tanding) yang diharapkan kembali menarik minat wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Banyuwangi kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui Samar Wulu Art Perform, Pantai Boom tak lagi sekadar menjadi tempat menikmati panorama laut. Kawasan tersebut mulai bertransformasi menjadi ruang ekspresi budaya yang mempertemukan seni tradisional, pariwisata, dan pengalaman wisata yang berkesan di tepian Selat Bali. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin