RADAR BANYUWANGI – Rangkaian seleksi penari Gandrung Sewu 2026 resmi dimulai. Sebanyak 500 penari dari jenjang SD hingga SMA memadati Lapangan Tamanbaru, Banyuwangi Kota, Kamis (23/7), untuk mengikuti audisi perdana. Mereka bersaing memperebutkan kesempatan tampil dalam pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 yang akan digelar pada 24 Oktober 2026 sebagai bagian dari Banyuwangi Festival dan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Sejak pagi, suasana lokasi seleksi dipenuhi semangat para penari muda. Satu per satu peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan tim selektor. Gerakan yang luwes, ekspresi yang kuat, hingga penguasaan teknik tari menjadi penilaian utama untuk menentukan siapa yang layak melangkah ke panggung kolosal yang setiap tahun menjadi ikon pariwisata Banyuwangi.
Tahun ini, Gandrung Sewu mengusung tema Kembang Dermo, sebuah konsep yang sarat makna filosofis. Ketua Paguyuban Pelatih Tari dan Seniman Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, menjelaskan tema tersebut diambil dari nilai-nilai lokal yang melambangkan keikhlasan, pengabdian, dan ketulusan dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi.
"Antusiasme para siswa untuk mengikuti seleksi penari ini sangat tinggi. Tahun ini tidak kurang dari 1.000 penari akan memeriahkan Gandrung Sewu 2026," ujarnya di sela-sela seleksi.
Menurut Suko, kualitas peserta tahun ini cukup merata. Sebagian besar penari yang mengikuti audisi telah memiliki dasar tari Gandrung yang baik sehingga proses seleksi menjadi lebih kompetitif.
"Pada dasarnya mereka sudah memiliki kemampuan menari yang bagus. Karena itu tim selektor harus bekerja lebih teliti untuk memilih penari terbaik," katanya.
Seleksi Gandrung Sewu tahun ini dilakukan dengan sistem zonasi agar menjangkau potensi penari di seluruh Banyuwangi. Audisi berlangsung bergilir mulai 23 hingga 30 Juli 2026 dengan melibatkan seluruh kecamatan.
Tahap pertama diawali untuk wilayah Banyuwangi, Kabat, Wongsorejo, dan Kalipuro pada 23 Juli. Seleksi kemudian berlanjut ke zona Glagah, Giri, dan Licin pada 24 Juli, disusul Blimbingsari, Rogojampi, Singojuruh, dan Songgon pada 25 Juli.
Selanjutnya, peserta dari Muncar dan Srono dijadwalkan mengikuti audisi pada 26 Juli. Zona Cluring, Purwoharjo, dan Tegaldlimo berlangsung 27 Juli, sedangkan Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran mendapat giliran pada 28 Juli.
Memasuki penghujung seleksi, audisi akan digelar di wilayah Genteng, Gambiran, Sempu, dan Tegalsari pada 29 Juli, sebelum ditutup oleh peserta dari Glenmore dan Kalibaru pada 30 Juli.
Ajang Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan tari kolosal, tetapi telah berkembang menjadi ikon budaya Banyuwangi yang mendapat perhatian nasional. Pada 2026, festival ini kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang menghimpun event terbaik di berbagai daerah.
Melalui proses seleksi yang ketat, panitia berharap dapat menghadirkan lebih dari 1.000 penari terbaik yang mampu menampilkan harmoni gerak, kekompakan, dan penghayatan tema Kembang Dermo di panggung Gandrung Sewu. Dengan persiapan yang dimulai sejak Juli, pertunjukan kolosal pada 24 Oktober 2026 mendatang diharapkan kembali menjadi magnet wisata budaya yang memikat ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : banyuwangitourism.com