RADAR BANYUWANGI – Semangat melestarikan budaya Banyuwangi terlihat dari antusiasme ratusan pelajar yang mengikuti pra seleksi kontingen Festival Gandrung Sewu 2026 Kecamatan Genteng, Jumat (24/7). Sebelum menghadapi seleksi resmi pekan depan, para peserta menjalani pemantapan teknik dan penyelarasan gerak agar siap tampil pada salah satu pertunjukan tari kolosal terbesar di Indonesia.
Pra seleksi yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Genteng itu diikuti siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Kegiatan difokuskan untuk menyeragamkan gerakan dan membangun kekompakan peserta sebelum menjalani seleksi resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7) di SMK Muhammadiyah 2 Genteng.
Sejak pagi, halaman kantor kecamatan dipenuhi para penari muda yang mengenakan busana latihan sederhana. Di bawah arahan pelatih, mereka berulang kali mempraktikkan setiap detail koreografi Gandrung Sewu yang dikenal enerjik dan membutuhkan kekompakan tinggi.
Koordinator Gandrung Sewu Kecamatan Genteng, Joko Mulyono, mengatakan pra seleksi menjadi tahapan penting karena peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan dengan kemampuan yang beragam. Karena itu, penyamaan teknik dasar dan ritme gerakan menjadi prioritas utama.
"Fokus utama kami hari ini adalah menyeragamkan gerakan. Ini kan ada yang dari SD, SMP, dan SMA, jadi perlu diselaraskan," ujarnya.
Menurut Joko, kegiatan pra seleksi telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Selain membantu peserta menghafal rangkaian koreografi, latihan bersama juga bertujuan menyatukan tempo, ekspresi, dan kelenturan gerak yang menjadi ciri khas Tari Gandrung.
"Gerak dasar Tari Gandrung membutuhkan kekompakan yang tinggi. Lewat pra seleksi ini para siswa bisa saling menyesuaikan tempo dan kelenturan sebelum seleksi resmi nanti," jelasnya.
Antusiasme pelajar di Kecamatan Genteng, lanjut Joko, selalu tinggi setiap kali pelaksanaan seleksi Gandrung Sewu. Dengan potensi penari yang dimiliki, Kecamatan Genteng diperkirakan kembali mengirim sekitar 70 penari terbaik untuk bergabung dalam pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026.
"Kemungkinan masih sama seperti tahun lalu, sekitar 70 anak," katanya.
Ia berharap proses seleksi berlangsung objektif sehingga kontingen Kecamatan Genteng tidak hanya mampu memenuhi kuota peserta, tetapi juga menghadirkan penari-penari berkualitas yang mampu tampil maksimal di panggung Gandrung Sewu.
"Harapan kami, anak-anak tidak hanya sekadar bisa menari, tetapi benar-benar menjiwai setiap gerakan. Dari Genteng, kami ingin melahirkan penari-penari andal yang tampil maksimal dan membawa nama harum daerah di ajang Gandrung Sewu tahun ini," pungkas Joko.
Pra seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan panjang menuju Festival Gandrung Sewu 2026, agenda budaya unggulan Banyuwangi yang setiap tahun menampilkan ribuan penari di panggung terbuka dan menjadi daya tarik wisata berskala nasional hingga internasional. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin