RADAR BANYUWANGI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Banyuwangi. Azalea Zukhrufulizzah sukses mencuri perhatian dalam ajang Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 dengan penampilan memukau melalui kostum bertajuk Loh Pangpang. Tak hanya memikat ribuan pasang mata, penampilannya juga mengantarkan dirinya meraih Juara 1 BEC Awards 2026 Kategori Situs Perang.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian ganda bagi Azalea. Selain tampil sebagai salah satu peserta yang menyuguhkan kreativitas dalam parade budaya tahunan Banyuwangi, ia juga dinobatkan sebagai yang terbaik di kategori yang mengangkat kekayaan situs sejarah daerah.
Kostum Loh Pangpang yang dikenakan Azalea mengusung konsep budaya lokal yang dipadukan dengan sentuhan artistik khas Banyuwangi. Penampilannya mendapat apresiasi dari penonton maupun dewan juri karena dinilai mampu menghadirkan karakter kuat sekaligus merepresentasikan tema yang diusung dalam BEC 2026.
Prestasi Azalea turut menjadi kebanggaan keluarga besar MTsN 3 Banyuwangi. Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Rosid Tamami, mengatakan pencapaian tersebut membuktikan bahwa peserta didik mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni dan pelestarian budaya.
"Kami ingin peserta didik tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam melestarikan budaya daerah melalui kreativitas dan seni pertunjukan," ujarnya.
Menurut Rosid, keberhasilan Azalea diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus mencintai budaya lokal. Ajang Banyuwangi Ethno Carnival, lanjut dia, menjadi ruang yang tepat bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada publik yang lebih luas.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa BEC tidak hanya menjadi panggung pertunjukan budaya, tetapi juga wadah lahirnya talenta-talenta muda yang mampu mengangkat identitas daerah melalui karya kreatif dan inovatif. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin