RADARBANYUWANGI.ID - Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival budaya terbesar di Indonesia. Ribuan penonton memadati sepanjang lintasan catwalk jalanan untuk menyaksikan parade kostum spektakuler yang mengangkat tema heroik Perang Bayu dengan slogan "The Great War of Blambangan", Sabtu lalu.
Di antara ratusan talenta yang tampil memukau, kehadiran Puteri Indonesia Aceh 2025, Mutiara Hasanah, menjadi salah satu magnet yang menyedot perhatian masyarakat. Kehadiran perwakilan dari Provinsi Aceh tersebut memberi warna tersendiri pada perhelatan budaya yang mengangkat sejarah perjuangan masyarakat Blambangan.
Partisipasi Mutiara dinilai menjadi simbol eratnya persatuan budaya Indonesia. Di tengah kisah perjuangan lokal yang diangkat melalui tema Perang Bayu, kehadiran figur dari ujung barat Nusantara memperlihatkan bahwa seni dan budaya mampu menjadi ruang pertemuan berbagai daerah dalam satu panggung yang sama.
Bagi Mutiara Hasanah, BEC 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Banyuwangi. Antusiasme masyarakat serta totalitas para talenta lokal dalam menampilkan kostum megah membuatnya mengaku kagum.
Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Mutiara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas undangan yang diberikan kepadanya.
"Alhamdulillah terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah bersedia mengundang saya untuk hadir di acara BEC 2026 ini. Tentunya acaranya luar biasa sekali, ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke Banyuwangi dan karnavalnya luar biasa semuanya all out, pokoknya luar biasa. Nggak sabar banget menunggu penampilan di BEC 2027. See you!" ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Kekaguman Mutiara terhadap penyelenggaraan BEC menjadi gambaran bahwa festival budaya tahunan Banyuwangi mampu meninggalkan kesan positif bagi tamu dari berbagai daerah.
Editor : Lugas Rumpakaadi