RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival budaya unggulan Indonesia. Mengusung tema historis "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", perhelatan yang digelar di sepanjang jalan protokol Kabupaten Banyuwangi itu berhasil memukau ribuan penonton yang memadati area parade.
Kemegahan kostum, atraksi para talent, serta pengangkatan sejarah perjuangan Blambangan menjadi suguhan utama dalam gelaran tahunan tersebut. Di antara semarak parade, kehadiran Puteri Indonesia 2025 sekaligus Miss Supranational Asia & Oceania 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, menjadi magnet yang menyedot perhatian masyarakat.
Firsta tidak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan. Ia turut memasuki jalur parade dengan mengenakan kostum kontemporer khas Banyuwangi yang menjadi ciri khas Banyuwangi Ethno Carnival. Busana bernuansa emas dan ungu lengkap dengan headpiece menjulang itu menambah kemegahan penampilannya sekaligus memperkuat daya tarik festival budaya berskala internasional tersebut.
Keterlibatan Firsta dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para desainer lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama BEC. Melalui kostum yang dikenakannya, ia turut memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Banyuwangi kepada publik yang lebih luas, sekaligus menunjukkan bahwa karya para perancang daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di panggung internasional.
Sepanjang parade, ratusan talent menampilkan ragam busana yang terinspirasi dari budaya lokal dengan sentuhan artistik modern. Perpaduan nilai tradisi dan inovasi desain menjadi identitas yang terus dipertahankan BEC dalam setiap penyelenggaraannya.
Saat menyaksikan jalannya parade dari panggung utama, Firsta mengaku terkesan dengan kualitas pertunjukan yang disuguhkan. Menurutnya, setiap penampilan selalu menghadirkan kekayaan budaya Banyuwangi yang dikemas secara kreatif dan memikat.
"Saat ini sudah kesekian kalinya ke Banyuwangi Ethno Carnival, dan tentunya acara ini seperti biasa selalu luar biasa. Dan mulai dari tadi defile pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya selalu menampilkan budaya-budaya yang elaboratif. Harapannya ke depan semoga BEC terus langgeng, semakin sukses, dan pastinya terus menampilkan karya-karya dari daerah Banyuwangi yang tentunya luar biasa," ujar Firsta.
Apresiasi dari Puteri Indonesia 2025 tersebut menjadi dorongan positif bagi penyelenggaraan BEC yang selama ini konsisten mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai daya tarik utama. Kehadiran figur nasional dalam festival itu juga memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi yang mampu memadukan pelestarian budaya dengan industri pariwisata kreatif.
Kesuksesan Banyuwangi Ethno Carnival 2026 semakin menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu pusat festival budaya terkemuka di Indonesia. Konsistensi menghadirkan tema-tema yang sarat nilai sejarah, didukung kreativitas desainer dan talenta lokal, menjadi modal penting dalam memperkenalkan budaya Osing ke panggung nasional maupun internasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi