RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi kembali menghadirkan atraksi budaya yang memikat perhatian wisatawan. Kali ini, panggung terbuka Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, menjadi lokasi kolaborasi unik bertajuk Barong x Barongsai pada Sabtu malam (19/7/2026).
Pertunjukan tersebut memadukan kesenian Barong Banyuwangi yang menjadi warisan budaya masyarakat Osing dengan atraksi Barongsai yang identik dengan budaya Tionghoa. Meski berlangsung di bawah rintik hujan, antusiasme penonton tidak surut. Gemuruh tepuk tangan terus mengiringi setiap penampilan yang tersaji di atas panggung amphitheater terbuka AWT.
Suasana semakin semarak ketika Barong Kumbo tampil dengan karakter yang sarat nilai tradisi, kemudian berpadu harmonis dengan aksi akrobatik para pemain Barongsai berwarna-warni. Perpaduan gerak teatrikal dan lompatan atraktif menciptakan pertunjukan yang dinamis di bawah sorot lampu panggung.
Keberadaan Agro Wisata Tamansuruh menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan pertunjukan tersebut. Kawasan wisata seluas sekitar 10,5 hektare itu tidak hanya menawarkan panorama taman bunga dan komoditas pertanian organik, tetapi juga menghadirkan deretan rumah adat Osing yang memperkuat nuansa budaya Banyuwangi.
Fasilitas amphitheater terbuka yang dimiliki AWT juga dirancang untuk mendukung penyelenggaraan pertunjukan seni berskala besar. Didukung sistem pencahayaan dan tata suara yang memadai, lokasi tersebut mampu menghadirkan pengalaman wisata malam yang menarik bagi pengunjung.
Tak sekadar menyaksikan tarian tradisional, penonton juga dibuat terpukau oleh aksi ekstrem pemain Barongsai yang melompat di atas meja-meja tinggi meski permukaannya basah akibat hujan. Atraksi tersebut kemudian disambut gerakan teatrikal Barong Banyuwangi sehingga menghasilkan perpaduan pertunjukan yang unik dan menghibur.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata berbasis budaya. Melalui konsep ini, AWT tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni untuk menghadirkan inovasi melalui kolaborasi lintas budaya.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Agro Wisata Tamansuruh sebagai destinasi wisata malam yang inklusif, ramah keluarga, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya dan botani. Di sisi lain, meningkatnya kunjungan wisatawan juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif di sekitar kawasan wisata.
Meski dikemas dalam konsep pertunjukan modern, identitas Barong Banyuwangi tetap dipertahankan sebagai pusat perhatian. Bagi masyarakat Osing, Barong bukan sekadar kesenian, melainkan simbol perlindungan desa dan penolak bala yang diwariskan secara turun-temurun.
Kolaborasi Barong dan Barongsai di AWT menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dan pakem yang menjadi jati dirinya. Harmoni dua budaya tersebut sekaligus memperlihatkan wajah Banyuwangi sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi, namun tetap menjaga kelestarian warisan budaya.
Editor : Lugas Rumpakaadi