Talent BEC 2026 Mendadak Pingsan di Tengah Parade, Personel Polresta Banyuwangi Bergerak Cepat

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 04:30 WIB
SIGAP-HUMANIS: Personel Polresta Banyuwangi mengevakuasi talent BEC yang pingsan saat parade pada Sabtu (18/7). (Humas Polresta Banyuwangi)
SIGAP-HUMANIS: Personel Polresta Banyuwangi mengevakuasi talent BEC yang pingsan saat parade pada Sabtu (18/7). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kesibukan personel Polresta Banyuwangi mengamankan jalannya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 tidak mengurangi kepedulian mereka terhadap keselamatan peserta. Di tengah padatnya pengamanan ribuan penonton dan ratusan talent, polisi bergerak cepat mengevakuasi seorang peserta yang mendadak pingsan akibat kelelahan saat parade berlangsung, Sabtu (18/7).

Insiden tersebut terjadi ketika rangkaian BEC masih berlangsung di sepanjang rute karnaval. Melihat salah seorang talent terjatuh di tengah parade, personel kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan.

Tanpa menunggu lama, peserta dievakuasi ke tempat yang lebih aman agar tidak mengganggu jalannya parade sekaligus memudahkan proses penanganan medis. Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim kesehatan yang bertugas di lokasi agar korban segera mendapatkan pemeriksaan.

Langkah cepat itu dilakukan untuk memastikan kondisi peserta tidak semakin memburuk. Kehadiran aparat kepolisian selama BEC pun tidak hanya berfokus pada pengaturan arus pengunjung dan pengamanan jalannya acara, tetapi juga memastikan keselamatan seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan melalui Kasat Samapta Kompol Suhartanto mengatakan seluruh personel telah mendapat arahan untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival.

Menurutnya, setiap anggota dituntut tidak hanya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

"Pengamanan bukan hanya memastikan acara berjalan aman, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketika ada peserta yang membutuhkan bantuan, anggota harus segera bertindak. Keselamatan menjadi prioritas utama," ujarnya.

Suhartanto menjelaskan, peserta tersebut diduga mengalami kelelahan setelah mengikuti rangkaian parade yang berlangsung di bawah cuaca panas.

"Melihat hal itu, personel langsung mengevakuasi peserta untuk mendapatkan pertolongan," katanya.

Ia menambahkan, tindakan cepat anggota di lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang humanis pada setiap kegiatan masyarakat, terutama pada agenda berskala besar yang melibatkan ribuan peserta dan pengunjung.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran aparat tidak hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pelindung dan penolong ketika terjadi situasi darurat.

Respons cepat personel Polresta Banyuwangi tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pengunjung yang menyaksikan langsung proses evakuasi. Insiden itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan petugas keamanan dan tenaga kesehatan dalam setiap penyelenggaraan acara berskala besar, sehingga setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
polisi humanis BEC 2026 talent pingsan pengamanan BEC polresta banyuwangi