Pesona Perang Bayu Tarik Wisatawan Dunia, Penonton Asing Berbusana Etnik Meriahkan BEC 2026

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:13 WIB
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 bertema Perang Bayu memikat ribuan penonton, termasuk wisatawan mancanegara yang tampil totalitas mengenakan busana etnik. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 bertema Perang Bayu memikat ribuan penonton, termasuk wisatawan mancanegara yang tampil totalitas mengenakan busana etnik. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu agenda budaya bertaraf internasional. Perhelatan yang tahun ini mengusung tema historis Perang Bayu berhasil menyedot perhatian ribuan penonton, termasuk puluhan wisatawan mancanegara yang rela tampil totalitas demi meramaikan suasana.

Menariknya, para turis asing tersebut tidak ikut menjadi peserta parade. Mereka hadir sebagai penonton, namun tetap mencuri perhatian dengan mengenakan busana bernuansa etnik khas Nusantara yang megah dan sarat sentuhan budaya. Penampilan mereka menjadi pemandangan berbeda di antara deretan penonton yang memadati area khusus sepanjang jalur karnaval.

Tema Perang Bayu yang diangkat pada BEC 2026 merefleksikan kisah heroik perjuangan rakyat Blambangan dalam melawan penjajahan. Narasi sejarah tersebut divisualisasikan melalui ratusan talent yang mengenakan kostum kontemporer dengan sentuhan artistik, dipadukan koreografi yang menggambarkan semangat perjuangan masyarakat Banyuwangi pada masa lampau.

Kekuatan cerita sejarah yang dihadirkan dalam balutan seni pertunjukan itu menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan asing. Mereka tampak antusias menyaksikan setiap penampilan peserta, sekaligus mengamati detail kostum yang menggabungkan unsur tradisi dan kreativitas modern.

Kehadiran para wisatawan mancanegara yang mengenakan busana etnik juga menjadi perhatian fotografer maupun awak media yang meliput jalannya acara. Alih-alih tampil dengan pakaian kasual layaknya pelancong pada umumnya, mereka memilih mengenakan busana yang selaras dengan nuansa budaya yang diusung BEC.

Sepanjang pertunjukan, para wisatawan asing terlihat menikmati setiap atraksi yang disuguhkan. Mereka mengabadikan momen melalui kamera maupun telepon genggam, sekaligus menunjukkan kekaguman terhadap kekayaan budaya Banyuwangi yang dikemas dalam format karnaval modern.

Parade BEC 2026 sendiri menempuh rute sekitar dua kilometer, dimulai dari Taman Blambangan hingga depan SMP Negeri 1 Banyuwangi. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan penampilan para peserta yang menampilkan ragam karya kostum spektakuler.

Tidak hanya menjadi panggung kreativitas seni dan budaya, Banyuwangi Ethno Carnival juga kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Tingginya antusiasme wisatawan, termasuk mancanegara yang rela tampil unik sebagai penonton, menjadi indikator bahwa budaya lokal Banyuwangi semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Perang Bayu BEC 2026 Banyuwangi Ethno Carnival