Wisatawan Membludak, BEC 2026 Bikin Hotel Berbintang hingga Homestay Penuh

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:30 WIB
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung meriah dengan ribuan penonton memadati rute karnaval. (Khanza untuk Radar Banyuwangi)
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung meriah dengan ribuan penonton memadati rute karnaval. (Khanza untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 tak hanya menghadirkan pesta budaya yang memukau ribuan penonton. Festival tahunan tersebut juga memicu lonjakan wisatawan yang berdampak langsung pada sektor pariwisata. Sejak beberapa hari sebelum parade digelar, tingkat hunian hotel berbintang hingga homestay di Banyuwangi melonjak tajam, bahkan banyak yang telah full booking.

Fenomena itu terjadi menjelang puncak pelaksanaan BEC pada Sabtu (18/7). Wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara mulai berdatangan lebih awal untuk menikmati rangkaian Banyuwangi Festival, sehingga kamar-kamar penginapan habis dipesan jauh sebelum hari pelaksanaan.

Lonjakan okupansi terjadi hampir merata, mulai penginapan skala kecil hingga hotel berbintang. Sejumlah pelaku industri perhotelan mengaku tren tersebut selalu berulang setiap kali Banyuwangi menggelar agenda wisata berskala nasional maupun internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, penyelenggaraan BEC memang dirancang bukan hanya sebagai atraksi budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Inilah yang kami harapkan dari digelarnya event di Banyuwangi, salah satunya BEC. Semua sektor ikut bergerak. Seluruh elemen mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya," ujarnya.

Salah satu penginapan yang merasakan dampak positif tersebut adalah Didu's Homestay. Pemiliknya, Maya Subagio, mengatakan seluruh kamar untuk periode 17–18 Juli telah habis dipesan jauh sebelum BEC berlangsung.

Menurut Maya, sebagian besar tamunya merupakan wisatawan mancanegara yang sengaja memperpanjang masa tinggal (long stay) agar bisa menikmati seluruh rangkaian acara.

"Tanggal 17-18 sudah penuh. Bahkan tamu dari Australia dan Belanda sengaja long stay untuk menyaksikan BEC," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya secara rutin menginformasikan jadwal Banyuwangi Festival, termasuk BEC, kepada para tamu melalui media sosial maupun kanal resmi penginapan. Strategi tersebut terbukti efektif menarik wisatawan untuk datang saat agenda wisata digelar.

"Cara ini cukup efektif menarik wisatawan. Tak sedikit yang akhirnya datang dan menginap di tempat kami saat ada gelaran event di Banyuwangi," ujarnya.

Tingginya permintaan kamar juga terlihat di hotel-hotel berbintang. Berdasarkan pantauan pada berbagai platform pemesanan daring selama 16–18 Juli, sejumlah hotel seperti Ilira Hotel, el Royale Banyuwangi, Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Hotel Santika Banyuwangi, Kokoon Hotel Banyuwangi, Ketapang Indah Hotel, hingga Hotel Blambangan telah penuh atau hanya menyisakan satu hingga dua kamar.

Asisten Sales and Marcom Manager Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Hilman Thonthowi, mengatakan tingkat okupansi hotelnya hampir mencapai 100 persen selama penyelenggaraan BEC. Bahkan beberapa tipe kamar telah habis dipesan.

"Ini setiap tahun. Trennya tiap ada gelaran event di Banyuwangi, salah satunya BEC ini selalu penuh," ungkapnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Hotel Santika Banyuwangi. Public Relation Hotel Santika, Janes Adi, menyebut peningkatan pemesanan kamar sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan BEC.

"Pemesanan kamar meningkat signifikan, terutama untuk tanggal 16-19 Juli. Kami merasakan betul dampak positif, tidak hanya saat BEC, tamu kami juga selalu ramai ketika ada event Banyuwangi Festival yang lainnya," tuturnya.

Tingginya okupansi hotel dan homestay memperlihatkan bahwa BEC telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival budaya. Event ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM. Kehadiran ribuan wisatawan yang datang setiap tahun memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata berbasis event paling sukses di Indonesia. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
BEC 2026 hotel Banyuwangi Homestay Banyuwangi Banyuwangi Festival wisata banyuwangi