Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Di Tengah Parade BEC 2026, Flat Shoes Berbalut Isolasi Jadi Solusi Sederhana Penari Menjaga Performa Hingga Garis Akhir

Rizki Anindiya Putri • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:35 WIB
Puluhan penari pengiring Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 menarik perhatian karena flat shoes mereka dililit isolasi bening. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)
Puluhan penari pengiring Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 menarik perhatian karena flat shoes mereka dililit isolasi bening. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kemegahan kostum dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 bertema Perang Bayu tak menjadi satu-satunya hal yang menyita perhatian ribuan penonton. Di balik atraksi para peserta, terdapat detail sederhana yang justru memancing rasa penasaran, yakni puluhan penari pengiring yang mengenakan flat shoes hitam dengan lilitan selotip bening atau isolasi pada bagian kaki.

Sekilas, tampilan tersebut terlihat tidak lazim. Namun, penggunaan perekat itu diduga menjadi solusi praktis untuk memastikan sepatu tetap melekat dengan kuat selama para penari mengikuti parade.

Mereka tidak hanya berjalan menempuh rute yang cukup panjang, tetapi juga harus menampilkan koreografi secara serempak di atas jalan beraspal. Dalam kondisi tersebut, sepatu yang stabil menjadi salah satu faktor penting agar gerakan tetap maksimal dan tidak mengganggu penampilan.

Pemandangan unik itu pun mengundang perhatian penonton. Salah satunya Tania yang mengaku baru pertama kali melihat teknik tersebut diterapkan dalam sebuah pertunjukan karnaval.

"Kemungkinan besar perekat pada kaki peserta itu untuk menjaga kaki agar tidak lecet. Apalagi mereka harus berjalan dengan jarak yang lumayan jauh. Jadi perekat tersebut digunakan agar sepatu tetap erat dengan kaki peserta. Selain itu, juga bisa menghindari sepatu terlepas tanpa sengaja selama perjalanan," ujarnya.

Menurut Tania, langkah sederhana tersebut mencerminkan kesiapan para peserta dalam mengantisipasi berbagai kendala teknis saat tampil di hadapan ribuan penonton. Dengan sepatu yang tetap terpasang kuat, para penari dapat bergerak lebih leluasa sekaligus menjaga kekompakan formasi sepanjang parade.

Keberadaan puluhan penari pengiring turut memberikan warna tersendiri dalam penampilan BEC 2026. Gerakan yang kompak, ritmis, dan enerjik berhasil membangun suasana heroik yang selaras dengan tema Perang Bayu. Penampilan mereka juga menjadi pelengkap yang menyempurnakan kemegahan kostum para peserta utama di sepanjang rute karnaval.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Perang Bayu BEC 2026 Banyuwangi Ethno Carnival