Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Armor Hitam, Replika Senapan, dan Akting Penuh Totalitas, Penampilan Arinal Firdaus Jadi Sorotan di BEC 2026

Khanza Tania Amelia Setiawan • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:31 WIB
Arinal Firdaus tampil totalitas di BEC 2026 yang berlangsung Sabtu (18/7/2026). (Khanza untuk Radar Banyuwangi)
Arinal Firdaus tampil totalitas di BEC 2026 yang berlangsung Sabtu (18/7/2026). (Khanza untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Arinal Firdaus kembali menjadi sorotan dalam gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Sabtu (18/7/2026). Setelah mencuri perhatian sejak masa persiapan, latihan intensif, hingga proses penilaian, Arinal membuktikan kualitas penampilannya melalui aksi teatrikal yang kuat di sepanjang rute catwalk jalanan BEC.

Membawakan sub-tema "Antek-Antek Asing" yang mengangkat narasi sejarah konflik, Arinal berhasil menghadirkan karakter antagonis kolonial dengan interpretasi yang kuat. Penampilannya tidak hanya menampilkan keindahan kostum, tetapi juga ekspresi seni pertunjukan yang menyatu dengan cerita yang diusung.

Jika pada masa latihan fokus utamanya adalah menyempurnakan transisi gerakan dengan beban kostum berstruktur besar, pada hari penampilan Arinal tampil jauh lebih lepas. Ia mampu mengendalikan setiap gerakan tanpa kehilangan karakter yang dibangun sejak awal.

Kostum yang dikenakan didominasi warna hitam dengan aksen merah darah, dipadukan kain batik lokal sebagai identitas budaya Banyuwangi. Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah ornamen lingkaran raksasa di bagian punggung yang dipenuhi replika senapan laras panjang dan moncong meriam kuno. Struktur tersebut menjadi salah satu rancangan kostum paling kompleks yang melintas di lintasan BEC tahun ini.

Tidak berhenti pada tampilan visual, Arinal juga mempertahankan karakter sejak melangkah dari garis start di Taman Blambangan hingga menyelesaikan rute menuju SMP Negeri 1 Banyuwangi. Konsistensi stay in character ditunjukkan melalui riasan wajah teatrikal menyerupai luka perang, tatapan tajam ke arah penonton dan kamera, serta ekspresi tawa sinis yang memperkuat sosok antagonis yang diperankannya.

Aksi teatrikal tersebut mendapat respons positif dari ribuan penonton yang memadati sisi jalan sepanjang rute karnaval. Tepuk tangan dan sorak-sorai terus mengiringi langkah Arinal selama membawakan penampilannya.

Salah seorang penonton, Salsabilla Qorinatul Husna, 17, mengaku terkesan dengan penampilan Arinal yang dinilainya mampu menghidupkan karakter secara utuh.

"Amaze banget jujur dari pertama kali lihat penampilan Arinal, bahkan sampai hari ini masih sama rasa amazenya. Selain kostumnya, Arinal juga berhasil menjiwai karakternya, keren loh!" ujarnya saat menyaksikan BEC 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
BEC 2026 Arinal Firdaus Banyuwangi Ethno Carnival